News

Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia dan 15 Negara Lain, Ini Alasannya

Adapun alasan mengapa kerajaan Saudi memberli larangan adalah karena alasan kasus Covid-19 di 16 negara tersebut. 


Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia dan 15 Negara Lain, Ini Alasannya
Dalam foto ini, seorang pria Arab Saudi memeriksa waktu penerbangan di Bandara Internasional King Khalid, di Riyadh, 16 Mei 2021 (Reuters via Dawn)

AKURAT.CO  Pemerintah Arab Saudi telah melarang warganya untuk bepergian ke Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pengumuman resmi dari Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) pada Sabtu (21/5). 

Namun, seperti diwartakan Saudi Gazette, bukan cuma Indonesia yang masuk dalam 'daftar merah' Saudi, tetapi juga 15 negara lain. Mereka adalah Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afganistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela.

Adapun alasan mengapa kerajaan Saudi memberli larangan adalah karena alasan kasus Covid-19 di 16 negara tersebut. Menurut Gulf News, larangan itu juga datang menyusul peningkatan yang stabil dalam jumlah infeksi Covid-19 harian selama beberapa minggu terakhir.

baca juga:

Belum segera ada pengumuman hingga kapan larangan tersebut akan diterapkan. Namun, hingga berita ini ditulis, keputusan itu tidak memiliki dampak signifikan pada warga Indonesia yang ingin masuk ke Saudi. Ini tidak terkecuali untuk umat muslim Indonesia yang hendak melakukan ibadah umrah maupun haji tahun ini.

Meski begitu, sejumlah syarat tetap harus dipenuhi oleh para peziarah. Itu termasuk bahwa jemaah wajib mengantongi vaksin Covid-19 minimal dua dosis dengan vaksin diakui oleh Kementerian Kesehatan Saudi. Selain itu, batasan usia jemaah calon haji adalah maksimal berusia 65 tahun. 

Kemudian aturan lain yang baru diumumkan Jawazat adalah soal urusan paspor. Ditegaskan oleh Jawazat adalah bahwa masa berlaku paspor warga Saudi yang hendak bepergian ke negara-negara non-Arab harus lebih dari enam bulan.

Sementara warga Saudi yang bepergian ke negara-negara Arab, masa berlaku paspor harus lebih dari tiga bulan. Lalu, bagi warga Saudi yang melakukan perjalanan ke negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) lainnya, masa berlaku KTP-nya harus lebih dari tiga bulan.

Jawazat menambahkan bahwa soft copy ID nasional pada aplikasi Absher dan Tawakkalna tidak cukup untuk perjalanan ke negara bagian GCC.

Kartu identitas asli dan daftar keluarga juga wajib ditunjukkan di samping dokumen bukti tanggungan di dalam Kerajaan yang pemegangnya tidak dapat melakukan perjalanan ke negara-negara Teluk.

Mengenai persyaratan kesehatan orang Saudi yang bepergian ke luar Kerajaan, Jawazat menekankan sejumlah syarat. Di antaranya termasuk bahwa warga Saudi harus sudah menerima tiga dosis vaksin Covid-19 atau belum melewati masa tiga bulan setelah mengambil dosis kedua.

Namun, akan ada pengecualian untuk kelompok-kelompok tertentu, yakni karena alasan medis yang sesuai dengan status pada aplikasi Tawakkalna.

Kemudian bagi warga Saudi yang berusia di bawah 16-12 tahun dan ingin bepergian ke luar, diharuskan menerima setidaknya dua dosis vaksin. Sedangkan bagi warga yang berusia di bawah 12 tahun, mereka diharuskan untuk membawa polis asuransi terhadap Covid-19.

Indonesia justru mengalami penurunan kasus

Saat Jawazat menyampaikan aturan barunya, kasus Covid-19 di Indonesia justru sedang mengalami penurunan. 

Dilansir dari Worldometers, Indonesia pada Sabtu mencatat tambahan kasus sebanyak 263, dengan 6 kematian baru. Pada Minggu (22/5), kasus harian tambahan menurun menjadi 227, dan 3 kematian baru. Pada Senin, jumlah total  kasus di Tanah Air adalah 6.052.764, dengan kasus tambahan mencapai 127, dan 12 kematian baru.

Sebagai perbandingan, Saudi, pada Sabtu membukukan kasus baru sebanyak 411, dan 1 kematian. Pada Minggunya, kasus baru terpantau naik menjadi 467, dan 2 kematian baru. Secara total, pada Senin, kasus infeksi total di Saudi mencapai 763.692, dengan 650 kasus tambahan, dan 1 kematian baru.

Terkait penurunan kasus di Indonesia, pemerintah juga telah melakukan kelonggaran kebijakan, seperti mencabut pemakaikan masker di tempat terbuka.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dilaporkan akan melakukan konfirmasi terkait dengan larangan warga Saudi ke Indonesia. Pada saat bersamaan, juru bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah mengatakan  bahwa Indonesia telah berhasil menekan angka penularan Covid-19 di dalam negeri.[]