News

Arab Saudi Izinkan Pelancong dari Indonesia Langsung Masuk Tanpa Karantina Negara Ketiga

Kendati demikian para pelancong dari keenam negara tetap diharuskan karantina lima hari di akomodasi yang disetujui pemerintah


Arab Saudi Izinkan Pelancong dari Indonesia Langsung Masuk Tanpa Karantina Negara Ketiga
Dalam foto ini, seorang pelancong tiba di Bandara Internasional Riyadh, setelah Arab Saudi membuka kembali penerbangan domestiknya, 31 Mei 2020 ( Reuters)

AKURAT.CO, Arab Saudi akan mencabut larangan masuk ekspatriat dari enam negara yang dulu sempat diperkenalkan untuk mengekang penyebaran virus corona. 

Pengumuman itu disampaikan pada Kamis (25/11) dengan Kementerian Dalam Negeri (MOI) memberi arahan untuk mengizinkan ekspatriat dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir, dan Indonesia untuk langsung masuk ke Kerajaan tanpa karantina negara ketiga. Dengan kebijakan baru ini, pendatang dari keenam negara itu tidak perlu menghabiskan 14 hari transit di luar negara mereka sebelum memasuki Saudi.

Sementara untuk empat negara, yakni Afganistan, Ethiopia, Turki, dan Lebanon, mereka tetap dilarang untuk masuk langsung ke Saudi, kata media lokal Haramain Sharifain dalam akun Twitternya.

Sebagaimana diwartakan English Alarabiya hinggga Arab News, perubahan ini akan berlaku bagi para ekspatriat yang sudah divaksin penuh, dengan izin masuk diberikan mulai 1 Desember pukul 1 pagi waktu setempat. 

Kendati demikian, setibanya di Kerajaan, para pelancong dari keenam negara tetap diharuskan menjalani karantina selama lima hari di akomodasi yang disetujui pemerintah. Ini terlepas dari status vaksinasi Covid-19 mereka, kata kantor Kantor Pers Saudi (SPA) mengutip seorang pejabat kementerian dalam negeri.

"Sumber tersebut menekankan pentingnya mematuhi penerapan semua tindakan pencegahan. Sumber juga mengatakan bahwa semua prosedur dan tindakan harus dievaluasi terus menerus oleh otoritas kesehatan Kerajaan yang kompeten, sesuai dengan perkembangan situasi epidemiologis global," kata SPA dalam laporannya. 

Senada dengan sumber SPA, MOI juga mengungkap hal sama. MOI menjelaskan bahwa semua prosedur dan tindakan tetap tunduk pada evaluasi berkelanjutan oleh otoritas kesehatan Kerajaan. MOI juga menambahkan bahwa ekspatriat yang berharap untuk kembali ke Kerajaan harus menjalani semua tindakan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari infeksi virus corona.

Pengumuman pada Kamis dikeluarkan berdasarkan pembaruan yang dilakukan Saudi terhadap situasi epidemiologis secara lokal dan global. Langkah pencabutan ini juga didasarkan pada laporan yang disampaikan oleh otoritas kesehatan Saudi tentang perkembangan pandemi dan situasi kesehatan di sejumlah negara di dunia. 

Diketahui, pada Februari lalu, Saudi mulai menetapkan larangan masuk langsung bagi sejumlah negara. Larangan menyusul kekhawatiran terhadap lonjakan lonjakan global terkait dengan kasus varian yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil. Dalam pengumumannya saat itu, Kerajaan mengaku khawatir jika vaksin yang diluncurkan di seluruh dunia bisa kurang efektif terhadap varian-varian Covid-19 tersebut.

Larangan tersebut mencakup 20 negara. Mereka adalah Uni Emirat Arab, Mesir, Lebanon, Turki, AS, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan, dan Jepang.

Larangan itu juga berlaku untuk para pelancong yang transit melalui salah satu dari 20 negara dalam 14 hari sebelum kunjungan ke Kerajaan.

Adapun pengecualian untuk larangan termasuk diplomat, staf medis, dan keluarga mereka.

Saudi pertama kali menangguhkan penerbangan ke dan dari Kerajaan pada 14 Maret 2020. Pembatasan itu ditetapkan dua minggu setelah WHO menyatakan bahwa wabah virus corona adalah pandemi. Pelonggaran kemudian berangsur-angsur diberlakukan pada tahun berikutnya, dimana Saudi mulai kembali mengizinkan kedatangan melalui udara, darat, dan laut pada 3 Januari 2021. []