News

Arab Saudi Cabut Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Jemaah yang telah menerima kedua dosis vaksin sekarang dapat mengunjungi Masjidil Haram di Mekkah sambil mengenakan masker.


Arab Saudi Cabut Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Video menunjukkan otoritas Arab Saudi menghapus stiker jarak sosial dari lantai Masjidil Haram di Mekkah (Insider Paper)

AKURAT.CO Pemerintah Arab Saudi telah mengurangi pembatasan sebagai tanggapan terhadap penurunan infeksi harian dan perkembangan signifikan dalam program vaksinasi Covid-19.

Seperti diumumkan oleh kementerian dalam negeri pada Jumat (8/10), pelonggaran dimulai pada Minggu (17/10) waktu setempat, dengan Kerajaan mencabut langkah-langkah jarak sosial dan membuka kembali dua Masjid Suci di Mekah dan Madinah dengan kapasitas penuh. 

Sebagaimana diwartakan Gulf Today, jemaah yang telah menerima kedua dosis vaksin sekarang dapat mengunjungi Masjidil Haram di Mekkah sambil mengenakan masker dan menggunakan aplikasi pelacakan umrah, seperti 'Eatmarna' atau 'Tawakkalna'. Aturan yang sama juga berlaku untuk Masjid Nabawi di Madinah.

Momen pencabutan jarak sosial di dua masjid suci ini pun kini tersebar luas dalam foto hingga rekaman video. Media lokal Haramain Sharifain misalnya, di utasan Twitter-nya, ikut membagikan foto dan video suasana pelepasan stiker penanda jaga jarak hingga batasan lain di Masjidil Haram.

"Pembatasan dihapus, memastikan jalan menuju normalistas," cuit Haramain Sharifain sambil menyertakan empat foto suasana terbaru di Masjidil Haram.

"Batas putih yang mengelilingi Ka'bah selama 1,5 tahun telah disingkirkan," tambah Haramain Sharifain di Twitter @hsharifain.

Hal serupa juga diperlihatkan okeh Twitter @HaramainInfo. Dalam sebuah foto yang dirilis Minggu pagi ini contohnya, diperlihatkan situasi di mana para jemaah sudah mulai bisa salat kembali di Masjidil Haram tanpa jarak sosial.

"Pemandangan Indah di hari pertama pembukaan kembali Masjid Al Haram secara penuh - saat salat Subuh dipimpin oleh Syekh Bandar Baleelah. Tidak ada jarak fisik!," cuit @HaramainInfo.

Pada Jumat, @HaramainInfo juga turut mengonfirmasi bahwa Kerajaan telah mengizinkan kehadiran penuh jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mulai 17 Oktober. Disebutkan pula bahwa meski kapasitas sudah diizinkan penuh dan jarak sosial sudah dihapus, jemaah tetap wajib memakai masker.

"Meskipun Masjidil Haram akan berada pada kapasitas penuh, tetap wajib memakai Masker setiap saat.

"Aplikasi 'Eatmarna' akan terus digunakan untuk memesan Umrah & Salat untuk mengontrol jumlah yang hadir secara bersamaan.

"Meskipun Masjid An Nabawi akan berada pada kapasitas penuh, tetap wajib memakai Masker setiap saat.

Aplikasi 'Eatmarna' akan terus digunakan untuk menuaikan salat di Rawdhah," ungkap @HaramainInfo.

Baca Juga: Jemaah Indonesia Bisa Umrah Lagi, Pemerintah Harus Perhatikan Syarat Booster dan Vaksin

Selain melonggarkan dua tempat suci tersebut, Arab Saudi juga mencabut pembatasan untuk warga yang divaksin penuh untuk berkunjung di tempat-tempat publik tertutup, pertemuan, transportasi, restoran, dan bioskop.

Kementerian dalam negeri juga menambahkan bahwa masker tidak lagi wajib di tempat terbuka, tetapi masih harus dikenakan di tempat-tempat tertutup.

Acara pernikahan juga sudah mulai diizinkan beroperasi tanpa batasan kehadiran. Namun, dalam hal ini, warga yang hadir di pernikahan diharuskan tetap mematuhi tindakan pencegahan, termasuk memakai masker di ruang tertutup.

Hingga Minggu pagi ini, terpantau Arab Saudi belum mencatatkan kasus baru infeksi Covid-19. Sementara pada Sabtu (16/10), Saudi membukukan tambahan infeksi sebanyak 45 kasus, dan tambahan 2 kasus kematian. Dilansir dari Worldometers, secara keseluruhan, Saudi mencatat 547.890 kasus infeksi dan 8.760 kasus kematian Covid-19. []