News

Arab Saudi Buka Umrah Jemaah RI, KJRI Jeddah Ungkap Hal-hal Teknis Belum Disepakati

Arab Saudi Buka Umrah Jemaah RI, KJRI Jeddah Ungkap Hal-hal Teknis Belum Disepakati
Konsul Jenderal RI (KJRI) Jeddah Eko Hartono. (Tangkapan layar youtube KCP-PEN)

AKURAT.CO Konsul Jenderal RI (KJRI) Jeddah Eko Hartono meluruskan informasi soal dibukanya pintu bagi jemaah umrah dari Indonesia ke Arab Saudi. 

Eko membantah surat dari Keduataan Besar Arab Saudi ke Menlu Retno Marsudi merupakan buah kesepakatan diplomatik. Surat itu, kata dia, hanyalah pemberitahuan. Artinya, bukan nota kesepakatan. 

"Nota diplomatik itu bukan kesepakatan. Itu semacam surat dari kedutaan besar Arab Saudi ke Menteri Luar Negeri. Intinya memberitahukan. Kalau ditandatangani artinya ada kesepakatan kedua belah pihak," katanya dalam webinar yang diselenggarakan KCP-PEN, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

baca juga:

Jadi, kata dia, surat pemberitahuan itu berisi informasi pemerintah Arab Saudi baru mulai mempertimbangkan kemungkinan menerima jemaah umrah masuk ke Arab Saudi. Meski begitu, informasi itu tetap merupakan kabar baik bagi masyarakat Muslim di dalam negeri. 

"Jadi itu sebenarnya surat pemberitahuan dari Kedubes Arab Saudi di Jakarta kepada Kemenlu bahwa Arab Saudi sudah mulai mempertimbangkan membuka kembali pintu bagi jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah. Nah ini tentunya sesuatu yang sangat baik, sesuatu yang sangat positif yang sudah kita tunggu-tunggu sekian lama," ungkapnya. 

Meskipun itu menjadi kabar baik, publik di Indonesia juga mengetahui terdapat hal-hal teknis yang mengganggu dan hingga kini masih belum terurai jalan keluarnya. 

"Namun di situ juga perlu kita cermati bahwa ada hal-hal teknis yang harus dibahas oleh kedua belah pihak agar supaya umrah ini bisa terlaksana," ungkapnya. 

Dia mengungkapkan, selama ini memang ada pembicaraan di tingkat teknis antara kedua belah pihak. Terutama antara Kemenkes Indonesia dengan Kemenkes Arab Saudi. 

Pembicaraan tingkat menteri itu, kata dia, difokuskan pada isu sinkronisasi aplikasi data vaksinasi yang dipakai kedua negara.