Ekonomi

Aprindo: PSBB Picu Panic Buying dan PHK di Sektor Ritel


Aprindo: PSBB Picu Panic Buying dan PHK di Sektor Ritel
Suasana pusat perbelanjaan Senayan City menjelang pembukaan mal di Jakarta, Selasa (9/6/2020). Senayan City siap menyambut pengunjung pada Senin (15/6) mendatang. Mal tersebut akan menerapkan berbagai prosedur dan protokol baru bagi pengunjung selama masa transisi hingga pandemi COVID-19 berakhir. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memperingatkan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 14 September 2020 akan berpotensi menyebabkan panic buying dan PHK di sektor ritel.

Untuk itu, Aprindo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memberikan kesempatan mal dan ritel modern tetap beroperasi dengan tidak membatasi jam operasional di tengah PSBB.

"Untuk menghindari potensi panic buying bagi masyarakat yang menjadi paranoid dengan dampak tidak langsung akan berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan memicu ketidak seimbangan dalam system inventory dan logistik yang di-manage dengan baik selama ini," kata Ketua Umum DPP Aprindo Roy N Mandey melalui keterangan tertulisnya kepada Akurat.co, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Selain itu, dengan masih beroperasinya mal dan ritel modern saat PSBB akan mengurangi potensi para pekerja tidak akan dirumahkan atau bahkan sampai PHK.

"Ini mengurangi potensi para pekerja di mal dan ritel modern akan dirumahkan ulang hingga keputusan akhir terjadinya PHK, yang di ujungnya adalah semakin lemahnya daya konsumsi," katanya.

Kemudian, kata Roy, Aprindo juga mendukung untuk kebijakan publik bukan hanya imbauan saja, melainkan tindakan tegas atas dasar hukum sebagai efek jera bagi siapapun masyarakat yang tidak disiplin dan melanggar protokol COVID-19.

Ia juga memastikan seluruh anggotanya siap atas kecukupan ketersediaan bahan pangan dan non pangan untuk kebutuhan sehari-hari di seluruh gerai ritel anggota Aprindo dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di masa PSBB kedua ini.

Roy berharap agar setiap kita dan seluruh masyarakat secara sadar diri dan displin melaksanakan Prosedur Tetap (Protap) COVID-19 ini demi keselamatan dan kepentingan bersama. []