Ekonomi

Apresiasi W20 Indonesia 2022 UMKM Expo, Pemerintah Dorong UMKM Perempuan Go Digital

Apresiasi W20 Indonesia 2022 UMKM Expo, Pemerintah Dorong UMKM Perempuan Go Digital
Illustrasi (DOK. KEMENKOP UKM)

AKURAT.CO  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan bahwa dalam rangka menjawab tantangan bagi UMKM Perempuan maka dibutuhkan sinergi kuat antar pilar pembangunan..

"Untuk menjawab tantangan bagi UMKM perempuan dibutuhkan sinergi yang kuat antar pilar pembangunan, baik dari sektor pemerintahan, dunia usaha dan profesi, media, lembaga masyarakat, akademisi, serta seluruh rakyat Indonesia," ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. 

Lebih lanjut Teten menjelaskan bahwa sampai saat ini UMKM perempuan merupakan penggerak strategis dalam pembangunan ekonomi nasional karena merupakan mayoritas dari jenis usaha di Indonesia. Tercatat sebagian besar pelaku UMKM didominasi oleh kaum perempuan dengan persentase sebesar 64,5 persen.

baca juga:

"Besarnya dominasi perempuan sebagai pelaku UMKM, dan besarnya semangat perempuan berhimpun dalam wadah koperasi menunjukkan bahwa perempuan mampu sejajar dengan kaum laki-laki untuk turut serta memajukan perekonomian bangsa dan negara," ucap MenKopUKM Teten Masduki.

Menteri Teten menambahkan, W20 dan Sisternet XL Axiata telah bersama-sama bersinergi dengan KemenPPPA untuk melaksanakan Program Inkubasi Bisnis dalam rangka meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha terkait pemahaman kewirausahaan berperspektif gender, scaling up business, pemasaran dan branding, literasi keuangan, dan juga promosi melalui digital marketing.

Program W20 Sispreneur memberikan pemahaman perspektif kesetaraan gender, serta program peningkatan literasi digital, pendampingan bisnis dari global expert, penyediaan akses permodalan, dan membuka peluang memperluas bisnis ke dunia global. Hampir 80 persen peserta Program W20 Sispreneur telah berhasil go digital.

"Program kelas inkubasi ini juga menjadi sangat relevan diselenggarakan agar dapat membantu di dua sisi sekaligus, yaitu sisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan UMKM yang dikelolanya agar bisa menopang ekonomi keluarga dan menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya," ucapnya kembali.

Saat ini, sebanyak 20,24 juta UMKM sudah go digital menurut idEA (Indonesia E-Commerce Association) pada Agustus 2022. Sementara data KemenKopUKM mencatat sudah 67,4 persen dari target pemerintah yaitu 30 juta UMKM masuk ekosistem digital pada tahun 2024.

"Tidak hanya onboarding, UMKM perlu dibimbing untuk bisa meningkatkan kapasitasnya dan menggapai pasar lebih luas," kata MenKopUKM.