News

Apresiasi Polri, Novel:Semoga Bisa Menjadi Semangat Penegakan Keadilan

Apresiasi Polri, Novel:Semoga Bisa Menjadi Semangat Penegakan Keadilan
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan ditemui di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (18/10/2019). (AKURAT.CO/Gerdiansyah)

AKURAT.CO, Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut memberikan apresiasi terhadap kinerja dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas pengusutan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menjerat eks Kadiv Propam Ferdy Sambo. 

Apresiasi tersebut juga disampaikan lantaran saat ini Polri telah resmi menahanan Putri Candrawathi sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut dari Kejakasaan Agung. Hal itu dinilai sebagai bentuk kesamaan perlakuan Polri dalam menangani kasus yang ada.

"Apresiasi kepada Polri atas penahanan PC (Putri Candrawathi) sebelum dilakukan pelimpahan perkara ke Jaksa Penuntut," ujar Novel dalam akun Twitter-nya @nazaqistsha dikutip AKURAT.CO, Sabtu (1/10/2022).

baca juga:

Novel menilai adanya perlakuan yang sama yang dilakukan oleh Polri ini menjadi penegakan keadilan dalam proses hukum yang terus berjalan. Ia berharap hal ini bisa menjadi tren positif untuk dalam penegakan keadilan.

"Dengan persamaan perlakuan ini semoga bisa menjadi semangat penegakan keadilan dalam proses hukum tahap selanjutnya," tuturnya.

Sebelumnya, Polri resmi menahan Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Untuk mempermudah proses penyerahan berkas tahap II hari ini saudara PC kita nyatakan kita putuskan untuk ditahan," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022). 

Listyo mengatakan Putri ditahan di Rutan Mabes Polri. Istri mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo itu ditahan usai menjalani assesment kesehatan. 

"Baru saja kami mendapatkan laporan kondisi jasmanai dan psikologi saudara PC dalam keadaan baik," lanjutnya.

Sebagai informasi, dalam kasus ini Polri telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), KM, dan yang terbaru adalah Putri Candrawathi. 

Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Kelima tersangka itu terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, dan 20 tahun penjara.[]