Ekonomi

Apresiasi Kinerja OJK dan BEI, Ini Pesan Menko Darmin Untuk Pasar Modal


Apresiasi Kinerja OJK dan BEI, Ini Pesan Menko Darmin Untuk Pasar Modal
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan saat pembukan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 10,4 poin atau 0,16 persen ke 6.204 pada pembukaan perdagangan saham 2019. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Menteri Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengapresiasi kebijakan yang dilakukan baik oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama 2018.

"Saya apresiasi OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan, telah bekerja cepat. Beberapa kebijakan diterbitkan secara garis besar, ada ekspektasi di pasar modal sehingga perusahaan kecil dan menengah peroleh pendanaan dari pasar modal," jelasnya dalam acara pembukaan perdagangan saham yang digelar di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1).

Lebih lanjut ia juga mengapresiasi kebijakan terkait dengan startup di pasar modal yang tentunya mampu mendorong startup, salah satunya financial technology.

"OJK ada kebijakan yang mendukung startup, dengan mekanisme berbasis tax, equity, kebijakan tersebut bisa mengarahkan fintech kita ke arah yang lebih sehat," imbuhnya.

Lebih lanjut ia berharap, pasar modal kini tak hanya berfungsi sebagai sarana investasi bagi domestik maupun asing, namun juga mesti berperan sebagai salah satu sumber pendanaan jangka panjang yang terjangkau bagi para pelaku ekonomi. Sebab dengan pasar modal yang kuat, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan dapat lebih mudah diraih.

“Satu hal penting yang perlu menjadi perhatian kita di pasar modal adalah pentingnya menjaga integritas. Apalagi di tengah gejolak ekonomi seperti ini, kasus akan makin banyak, dispute makin banyak, di situlah integritas pasar modal kita diuji” tegasnya.

Adapun pilar pertama dari integritas yang dimaksud Darmin adalah good governance di masing-masing pemangku kepentingan. Sedangkan pilar integritas kedua dan ketiga masing-masing ada di auditor dan regulator.

Ia berpendapat sebagai "penjaga gawang", tugas regulator adalah menegakkan aturan main terhadap pelanggaran di pasar modal.

“Dengan demikian, pasar modal bukan lagi sekedar menjadi pelengkap pembiayaan, melainkan benar-benar menjadi salah satu pilihan utama dalam membiayai usaha, di samping pembiayaan perbankan,” tandasnya. []