Tech

Aplikasi Sensible Mudahkan Pasien Mendapat Psikolog yang Tepat

Permudah sesi konsultasi antara psikolog dengan pasien.


Aplikasi Sensible Mudahkan Pasien Mendapat Psikolog yang Tepat
Tampilan prototipe aplikasi Sensible. (its.ac.id)

AKURAT.CO Tiga mahasiswa Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat membuat Sensible. Sebuah aplikasi yang menjembatani pasien dan psikolog dengan inovasi tes kepribadian untuk mempermudah sesi konsultasi antara psikolog dan pasien.

Kezia Angelique Sidabutar selaku ketua tim menjelaskan, ide awal diciptakannya aplikasi Sensible berasal dari permasalahan orang terdekatnya yang rajin ke psikolog, tapi tidak pernah mendapatkan psikolog yang cocok. Ketidakcocokan tersebut kemungkinannya terjadi karena perbedaan antara kondisi pasien dengan keahlian psikolog. 

"Permasalahan kesehatan mental sudah masif diangkat oleh sebagian orang. Akan tetapi, tim berusaha mencari celah untuk membedakan Sensible dengan platform lain. Maka dari itu, Sensible hadir dengan fitur utama tes kepribadian," ujar Kezia melalui keterangan tertulisnya di laman ITS. 

Sebelum sesi konseling dimulai, dengan adanya tes kepribadian tidak hanya membantu dari sisi pengguna sebagai pasien, tetapi juga membantu dari sisi psikolog. Dengan begitu dapat mempercepat dan memaksimalkan penanganan masalah pasien.

Kezia memaparkan bahwa Sensible merupakan aplikasi yang mewadahi pasien untuk berkonsultasi dengan psikolog yang sesuai dengan kepribadian dan permasalahan pasien. Dengan menggunakan aplikasi Sensible, pengguna diharuskan untuk mengikuti tes kepribadian yang telah disediakan oleh aplikasi. Hal tersebut bertujuan untuk menyesuaikan dengan keahlian masing-masing psikolog agar dapat memberikan rekomendasi psikolog yang cocok kepada para penggunanya. 

Tujuan utama dari diciptakannya aplikasi Sensible adalah untuk menjawab permasalahan pasien agar menjadi lebih nyaman saat bercerita ke psikolog. Kezia menambahkan apabila satu permasalahan pasien sudah selesai, hal ini memungkinkan pasien juga akan tertarik untuk konsultasi masalah lain dan psikolog pun sudah memahami karakteristik pasiennya. 

Selanjutnya, Kezia memaparkan bahwa ia bersama timnya melakukan perancangan aplikasi Sensible dengan metode pendekatan kualitatif. Bermula dari sebuah ide, kemudian melakukan survei ke beberapa psikolog dan memvalidasi bahwa ide tersebut benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Seiring berjalannya waktu, ide tersebut berkembang dengan diskusi bersama dosen pembimbing dan mentor tim mereka.

Kezia dan timnya berharap, ke depannya aplikasi Sensible dapat memperbanyak validasi kepada pengguna serta dapat mencari metode tes kepribadian yang cocok. 

"Kami ingin mengimplementasikan tes kepribadian dari Sensible, membuat implementasi rekomendasi psikolog, serta merambah ke fitur-fitur lainnya di kemudian hari," tutur Kezia.