Tech

Aplikasi RCTI+ Kini Bisa Jadi Rujukan Investasi Saham

RCTI+ bisa menjadi rujukan pembaca karena menyajikan semua informasi penting terkait pasar modal termasuk saham


Aplikasi RCTI+ Kini Bisa Jadi Rujukan Investasi Saham
Aplikasi RCTI+ (DOKUMEN)

AKURAT.CO Tertarik berinvestasi saham di pasar modal? Banyak ilmu, strategi, teknik dan informasi penting yang harus dikuasai agar investasi yang dilakukan bisa mendapatkan cuan yang baik. Setiap isu yang beredar harus menjadi perhatian karena bisa mempengaruhi dinamika pergerakan saham Anda.

Salah satunya kabar terkait rencana pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan tapering. News RCTI+ bisa menjadi rujukan pembaca karena menyajikan semua informasi penting terkait pasar modal termasuk saham.

Dalam beberapa tahun terakhir, kaum milenial mulai melirik berinvestasi di pasar modal khususnya saham. Sebagai investor pemula mereka pun rajin mengumpulkan berbagai informasi untuk kemudian dianalisa, sebagai salah satu dasar keputusan mereka untuk berinvestasi.

Sebagai gambaran dalam sepekan terakhir (23-27 Agustus 2021) IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menguat tipis 0,18 persen, ke posisi 6.041,36 dibandingkan pekan lalu 6.030,77.Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat, 27 Agustus 2021, IHSG anjlok 0,28 persen ke posisi 6.041,36.

Adapun, nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir ini naik 0,19 persen menjadi sebesar Rp7.281,343 triliun dari Rp7.267,791 triliun pada pekan kapatalisasi pasar bursa bertambah sekitar Rp13,5 triliun.

Kondisi bursa seperti ini memang mensyiratkan investor masih berhati-hati menunggu kebijakan tapering yang akan diterapkan pemerintah Amerika Serikat (AS). Isu mengenai tapering ini terasa mulai mempengaruhi bursa dalam sebulan terakhir ini. Tapering sebenarnya istilah popular bagi kebijakan yang dikenal dengan tapering off.

Kebijakan ini merupakan upaya dari Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang mulai mengurangi stimulus pembelian obligasi dan aset negara. The Fed memandang pengurangan stimulus sudah bisa dilakukan mengingat ekonomi AS terus membaik dan inflasi mulai meningkat. Nah, para ekonom memprediksi rencana kebijakan tapering ini kabarnya akan dimulai pada Semester II tahun ini. Lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Kebijakan seperti ini pernah dilakukan The Fed pada tahun 2013. Akibatnya investor asing yang ada di pasar modal Indonesia ramai-ramai menarik investasinya. Terjadilah arus modal keluar yang begitu besar.Lalu apa dampaknya bagi Indonesia? Dampaknya nilai tukar dollar Amerika menguat terhadap Rupiah.

Gambarannya di akhir Mei 2013, kurs rupiah berada di level Rp 9.790/USD sementara pada 29 September 2015 menyentuh level terlemah Rp 14.730/USD, artinya terjadi pelemahan lebih dari 50%. Kondisi inilah yang kemudian diantisipasi oleh investor. Ada risiko aliran dana investasi ke luar pasar modal akibat dampak dari tapering.

Buat para investor dalam negeri terutama para investor pemula, tidak perlu terlalu khawatir dengan kabar tapering itu. Pasalnya setiap saat selalu saja ada rumor yang berhembus di pasar modal. Tidak perlu panik. Yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan informasi seputar pasar modal di News RCTI+.

Setiap hari secara khusus News RCTI+ menyajikan berita-berita menangani perkembangan bursa saham. Baik saat sesi pembukaan maupun penutupan pasar.Tidak hanya itu sebelum pembukaan pasar, setiap hari disajikan berita mengenai analisa, prediksi dari para analis pasar modal. Mereka pun membuat rekomendasi apa saja yang bisa menjadi rujukan para investor.

Setiap detail informasi penting dapat dijadikan rujukan bagi investor untuk menentukan keputusan investasinya di pasar modal. Apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli atau melepas saham, analisa-analisanya dapat dibaca di News RCTI+.

Intinya, jangan sampai membeli saham tanpa melakukan analisa yang matang baik secara fundamental maupun teknikal. Apalagi, membeli saham karena ikut-ikutan atau membeli saham pompom. Tentu hasilnya tidak akan bagus. Bahkan, sangat berpotensi dana yang diinvestasikan bisa hilang. Bukan cuan yang didapat, tapi justru mengalami kerugian.

News RCTI+ yang kini didukung lebih dari 83 Publisher juga menyajikan tips-tips investasi lainya. Seperti bagaimana berinvestasi di logam mulia, reksadana, uang kripto dan produk investasi lainnya. Tetaplah bijak dalam berinvestasi. Jangan tergiur cuan yang besar, namun ternyata itu hanya kedok penipuan dari investasi bodong.

Jadikanlah informasi terpercaya, akurat dan terkini dari News RCTI+ sebagai sumber informasi sebelum berinvestasi. Sebagai news aggregator, RCTI+ selalu menyajikan berita-berita internasional terkini dan juga lengkap.

"Kami selalu menyajikan berita-berita terkini dan faktual. Sehingga News RCTI+ bisa menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat," ungkap Co-Managing Director RCTI+, Valencia Tanoesoedibjo.[]