News

Aplikasi PeduliLindungi Bakal Terintegrasi dengan Aplikasi Tawakkalna Arab Saudi, Ini Manfaatnya

Yaqut mengatakan, integrasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakkalna dilakukan untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah.


Aplikasi PeduliLindungi Bakal Terintegrasi dengan Aplikasi Tawakkalna Arab Saudi, Ini Manfaatnya
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, aplikasi PeduliLindungi dalam waktu dekat akan segera terintegrasi dengan aplikasi monitoring Covid-19, Tawakkalna yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. 

Yaqut mengatakan bahwa upaya integrasi dua aplikasi tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. 

Yaqut menjelaskan, tim dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan sudah terbang ke Arab Saudi untuk menyelesaikan rencana integrasi yang sudah masuk tahap finalisasi tersebut. 

"Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan sudah melakukan bridging. Jadi untuk mengitegrasikan antara PeduliLindungi dan Tawakkalna, dan hari-hari ini dalam proses finalisasi, finishing," kata Yaqut saat ditemui di Gedung DPR RI setelah rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (30/11/2021).

Yaqut menjelaskan Kemenkes dan Kemenlu sudah mengirimkan tim untuk berkoordinasi dengan Arab Saudi terkait proses integrasi ini. Hal tersebut berlangsung pascakunjungan Menteri Agama ke Saudi sejak 19 November untuk mempermulus umrah bagi WNI. 

“Jadi waktu kemarin saya ke Saudi, kita pulang, tim finishing dari Kemenlu dan Kemenkes sudah sampai sana. Insya Allah dalam waktu dekat, Tawakkalna dan PeduliLindungi akan terintegrasi sehingga kita semakin mudah,” sebut Yaqut. 

Pengintegrasian dua aplikasi tersebut menurut Yaqut merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk memperlihatkan keseriusan dalam menyelenggarakan ibadah umrah. Mengingat bahwa pelaksanaan ibadah umrah tersebut  akan menentukan pelaksaan ibadah haji tahun depan. 

"Jadi kunci terbuka atau tidaknya haji di 1443H nanti itu ya tergantung bagaimana kita mampu melaksanakan ibadah umrah ini dengan baik," tuturnya. 

"Artinya, tidak ada lagi kasus-kasus yang sudah ada terdahulu. Misalnya ada PCR bodong. Yang kaya gitu jangan ada lagi. Kalau ada lagi, maka harapan kita semua, harapan seluruh muslim Indonesia untuk bisa berangkat haji ya mohon maaf akan semakin berat," imbuh Yaqut.[]