Tech

Aplikasi Oona Diharapkan Masuk dalam Ekosistem Konten Kreator Lokal


Aplikasi Oona Diharapkan Masuk dalam Ekosistem Konten Kreator Lokal
CEO Metranet Widi Nugroho membuka perilisan aplikasi OONA TV di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (19/8/2018). OONA, aplikasi mobile inovatif menghadirkan cara baru menonton tayangan televisi bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, keunggulan aplikasi ini juga gratis, yang bisa disaksikan oleh semua orang. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Aplikasi layanan video on demand dan televisi digital, Oona baru saja diperkenalkan kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (19/9). Aplikasi ini menghadirkan cara baru menonton tayangan televisi untuk masyarakat Indonesia.

Masyarakat, khususnya anak muda, tak bisa lepas dari smartphone. Karir pun telah berubah menjadi serba digital. Sebut saja para vlogger. Karir yang termasuk dalam konten kreator ini menciptakan konten yang kreatif dan unik. Hebatnya, mereka bersaing ketat di media sosial Youtube.

Tren ini pun ditangkap oleh pengembang aplikasi, PT Metranet, untuk membuat platform konten lokal. Selain menyediakan 150 channel tayangan televisi lokal dan internasional, Oona pun terbuka lebar bagi konten kreator muda untuk membuat channel-nya sendiri.

"Jadi, kita welcome dengan konten partner lainnya. Walaupun baru mulai tapi dia punya keunikan tersendiri. Kita juga udah invite beberapa Youtuber untuk gabung di channel kita," ujar CEO Metranet Widi Nugroho saat media launch di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (19/9).

Sebelumnya, pihak Oona pernah mengadakan acara bersama Vlogger yang cukup tenar seperti Ria Ricis, Atta Halilintar, bahkan Syahrini. Sejumlah selebritas tersebut telah membuat channelnya pada Agustus lalu.

Aplikasi yang diklaim telah mendapat 1 juta pengguna ini memang menargetkan para generasi milenial yang haus akan inovasi.

"Buat kami eranya adalah inovasi jadi kita harus selalu berinovasi. Ini karena tiap hari customer kita berubah apalagi ada generasi milenial, apalagi sekarang ada gen Z. Jadi mereka itu kebutuhannya setiap hari berubah," tambah Widi.

Pemanfaatan peluang ini pun mendapatkan pernyataan yang sesuai oleh pakar pemasaran digital sekaligus pengamat gaya hidup milenial, Yuswohady.

"Kalau melihat Oona ini, mungkin konsumernya ada dua. Yang pertama adalah konsumsi konten dan yang kedua adalah kreator konten. Kalo fokusnya hanya konsumsi konten, mungkin enggak akan beda jauh dengan Iflix dan sebagainya. Kalau Indonesia keunikannya adalah konten lokal, maka kuncinya adalah kreator konten yang lemah karena ekosistemnya belum ada," kata Yuswo.

Yuswo mengatakan, dengan lemahnya ekosistem ini ia berharap Oona akan menjadi salah satu untuk menguatkan ekosistem konten kreator dan mengedepankan konten lokal.