Tech

Aplikasi Ide-Cabe Mudahkan Identifikasi Varietas Cabai

Kehadiran aplikasi ini menjadi penunjang sertifikasi benih cabai berkualitas tinggi.


Aplikasi Ide-Cabe Mudahkan Identifikasi Varietas Cabai
Contoh Prototipe aplikasi Ide-Cabe yang ditampilkan dalam webinar Talk To Scientist, Kamis (30/6). (AKURAT.CO/Iim Halimatus Sadiyah)

AKURAT.CO Peneliti Pusat Riset Sains Data dan Informasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wiwin Suwarningsih melakukan penelitian tentang sebuah aplikasi mobile yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi varietas cabai. 

Kehadiran aplikasi yang bernama Ide-Cabe ini digunakan untuk mendukung sertifikasi maupun pemilihan benih cabai yang memiliki kualitas tinggi.

Wiwin mengatakan, latar belakang yang menjadi dasar mereka melakukan penelitian ini karena permintaan pasar akan cabai terus meningkat.

baca juga:

Kemudian, ketersediaan benih bersertifikat belum mencukupi, pemilihan varietas masih dilakukan secara manual dilihat perdaun dan pakar yang mampu melakukan indentifikasi disetiap daun masih terbatas, sementara area yang harus dipilah sangat luas.

"Selain itu, bentuk daun cabai yang sudah memilki varietas sebanyak 12 varietas memiliki bentuk daun yang mirip. Hanya pakarnya saja yang bisa melihat," kata Wiwin dalam acara webinar Talk To Scientist, Kamis (30/6).

Menurutnya, dengan berdasarkan latar belakang tersebut, pihaknya ingin membentuk sebuah model Early Warning System (EWS).

Di mana ketika sebuah tanaman cabai memiliki varietas tidak murni, maka akan dicabut karena akan memengaruhi tanaman yang lain disebelahnya. 

"Sejak usia dini ini, kita berusaha untuk benar-benar mengenali sebuah tanaman yang memiliki varietas yang tinggi dan memilah tanaman yang tidak memiliki varietas. Hal tersebut yang melatarbelakangi kami membuat Ide-Cabe. Sebuah aplikasi yang bisa mengidentifikasi varietas cabai," tambah Wiwin.

Adapun tahapan yang dilakukan oleh Wiwin dalam proses membuat identifikasi cabai, yaitu dengan melakukan koleksi dataset dari daun cabai.

Kemudian, melakukan image acquisition (akuisisi citra), sama seperti tahapan ketika mengambil dataset dan diubah menjadi sebuah data digital atau dari data analog ke digital untuk diolah menggunakan komputer. Lalu, dilakukan sebuah strategi reposisi.

Dalam hal kebermanfaatan aplikasi Ide-Cabe, Wiwin menjelaskan bahwa aplikasi ini diharapkan bisa membantu peneli di BALITSA, terutama penyelia tanaman cabai agar tidak lagi melakukan pemilihan daun secara manual. 

Kemudian, bisa digunakan juga oleh balai pengawasan dan sertifikasi benih karena cukup banyak penangkar yang mengajukan sertifikasi benih. Di mana para penangkar yang memperbanyak benih cabai yang memiliki lisensi dari BALITSA bisa digunakan dan benih tersebut bisa dijual dan dimanfaatkan para petani.

"Kedepannya, kami masih membutuhkan penambahan dataset dan berbagai macam varietas dataset. Tidak hanya jumlahnya, tapi juga jenis dari varietas tersebut. Selain itu, aplikasi ini juga diharapkan untuk bisa meningkatkan sebuah akurasi pada saat melakukan pengujian kondisi real di lapanganl," pungkas Wiwin.