Ekonomi

Apkasindo: Kenaikan Harga TBS Sawit Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Ketua Apkasindo Kalbar Samuel mengatakan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) sawit dalam beberapa bulan ini telah meningkatkan kesejahteraan petani.


Apkasindo: Kenaikan Harga TBS Sawit Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Buruh memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lahan perkebunan Merlung, Tanjungjabung Barat, Jambi, Minggu (29/10). Harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi periode 27 Oktober sampai 2 November 2017 naik dari Rp1.476 per kilogram menjadi Rp1.511 per kilogram, sementara harga minyak sawit mentah (CPO) naik dari Rp7.923 per kilogram menjadi Rp8.049 per kilogram. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/pd/17.)

AKURAT.CO, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalbar Samuel mengatakan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) sawit dalam beberapa bulan ini telah meningkatkan kesejahteraan petani di Kalbar.

"Di tengah sulitnya perekonomian akibat pandemi COVID-19, sektor perkebunan kelapa sawit justru mampu bertahan, bahkan bisa memberikan kesejahteraan bagi para petani sawit karena harga TBS mengalami tren naik," ujarnya dilansir dari Antara, Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Ia menambahkan petani sawit dalam dua bulan terakhir ini jauh lebih sejahtera jika dibandingkan dengan ketika awal pandemi COVID-19 melanda.

baca juga:

"Agustus-September sudah membaik. Posisi harga TBS sawit saat ini tertinggi sudah tembus Rp1.900 per kilogram," ungkap Samuel.

Dengan harga tersebut, petani tak hanya cukup untuk memberikan perawatan yang ideal bagi kebun mereka, melainkan bisa untuk ditabung atau menambah modal untuk pengembangan usahanya. Aktivitas ekonomi di sekitar kebun sawit juga tampak bergairah.

"Perekonomian masyarakat di daerah perkebunan sawit hidup, kita lihat itu di mana-mana, di toko, di bengkel, masyarakat berbelanja sudah ramai," tutur dia.

Dia berharap tren kenaikan harga sawit ini terus berlangsung untuk waktu yang akan datang. Apalagi di tengah pendemi COVID-19, komoditas ini diharapkan dia mampu mendorong perekonomian daerah dan tentu kesejahteraan pagi para petani, serta pekerja yang terkait sektor ini.

Di samping itu, pihaknya juga berharap pemerintah mendorong terwujudnya energi terbarukan melalui program B100 dan D100, sehingga harga CPO tidak sepenuhnya bergantung pada permintaan pasar internasional dan petani akan lebih sejahtera.

Kesejahteraan petani Kalbar sektor perkebunan dapat terlihat dari nilai tukar petani (NTP) tanaman perkebunan rakyat (NTPR).

Sumber: Antara