News

Apes! Temuan Survei Charta Politika, 61% Masyarakat Ogah Beralih ke Kendaraan Listrik

Apes! Temuan Survei Charta Politika, 61% Masyarakat Ogah Beralih ke Kendaraan Listrik
Ilustrasi baterai listrik (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Sejalan dengan program terbaru pemerintah dimana Presiden Jokowi menginstruksikan para pejabat pusat dan daerah untuk mengganti kendaraan dinasnya dengan mobil listrik. Presiden Jokowi juga sudah menandatangai  Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBBLB) sebagai kendaraan dinas operasional.

Lembaga Survei Charta Politika merilis temuan terbaru tentang kendaran berbasis listrik. Hasil temuan survei terbaru itu terkait dengan program percepatan kendaraan listrik. 

Berdasarkan temuan survei Charta Politika 61% responden (masyarakat) tidak berminat untuk pindah ke kendaraan listrik sedangkan yang berminat hanya 28% responden. Adapun yang tidak tahu dan tidak menjawab 11%. 

baca juga:

"Mayoritas responden 61% tidak berminat pindah atau membeli kendaraan bermotor listrik. Alasan utamanya adalah harga kendaraan bermotor listrik yang dinilai masih mahal 31.8%," dikutip dari rilis hasil temuan Survei Charta Politika, Kamis (22/9/2022).

Adapun alasan masyarakat Indonesia enggan menggunakan kendaraan bermotor listrik. Lantaran kendaraan berbasis listrik ini masih dianggap terlalu mahal dan kurang efisien bagi masyarakat. 

Selain itu, mayoritas masyarakat belum terlalu familiar dengan teknologi listrik dan cara penggunaannya. Sementara untuk wilayah-wilayah tertinggal dikhawatirkan tidak dapat terjangkau infrastruktur pendukung kendaraan berbasis listrik itu. 

Berikut alasan: 

1. Harga kendaraan bermotor listrik masih mahal 31,8%

2. Masih tidak yakin/belum tahu dengan teknologi dan cara pemakaiannya 28,6%

3.Lebih nyaman dengan kendaraan menggunakan BBM 25,6%

4. Masih sulit didapatkan di wilayah tempat tinggal 10,6%

5. Tidak tahu/Tidak jawab 3,6%

Sebagai informasi survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan 1220 responden yang memenuhi syarat pemilih dan margin of errror 2,82%. Survei dilakukan periode survei 6-13 September 2022. []