Ekonomi

APBN Penuh Tekanan, Stop Bayar Subsidi Bunga Obligasi Rekap ex BLBI!

Guna jaga kondisi perekonomian di Indonesia yang dibayangi oleh ketidakpastian dan tekanan di sektor keuangan, pemerintah disarankan lakukan ini.

APBN Penuh Tekanan, Stop Bayar Subsidi Bunga Obligasi Rekap ex BLBI!
Ilustrasi BLBI (ISTIMEWA/kabari.co)

AKURAT.CO Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa sebanyak 800 juta jiwa penduduk dunia terancam kelaparan, sementara itu beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan bakal mencapai Rp502 triliun.

Guna menjaga kondisi perekonomian di Indonesia yang masih dibayangi oleh ketidakpastian dan banyak negara sedang menghadapi tekanan di sektor keuangan, Panitia Khusus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Pansus BLBI) DPD RI berharap agar pemerintah penghentian pembayaran subsidi bunga obligasi rekap ex Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Menurutnya, pemerintah harus menghapus mata anggaran yang tidak berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rakyat, seperti pembayaran subsidi bunga obligasi rekap BLBI.

baca juga:

"Sejak dahulu, saya menyerukan agar setop pembayaran subsidi bunga obligasi rekap ex BLBI. Ini anggaran yang tidak produktif.  Alihkan anggaran itu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ucap Hardjuno, dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Lebih lanjut Hardjuno mengatakan, apabila pajak masyarakat terus dibiarkan untuk membayar subsidi bunga obligasi rekap hingga tahun 2023, maka langkah pemerintah ini dinilai kirang tepat, karena nilai pembayarannya mencapai Rp4.000 triliun.

Dirinya pun berharap agar Nota Keuangan 2023 yang akan dibacakan oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2022 memuat laporan penghentian pembayaran subsidi bunga obligasi rekap ex Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Makanya, saya meminta pemerintah untuk berani dan katakan stop dan hentikan pembayaran bunga subsidi obligasi rekap ex BLBI," pungkasnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi