Lifestyle

Apakah Wanita Setelah Lakukan Radioterapi Sembuhkan Kanker Serviks, Bisa Hamil? Ini Jawaban Dokter

Beberapa Wanita mungkin bertanya, apakah wanita bisa hamil setelah proses penyembuhan kanker serviks dengan radioterapi?


Apakah Wanita Setelah Lakukan Radioterapi Sembuhkan Kanker Serviks, Bisa Hamil? Ini Jawaban Dokter
Ilustrasi kehamilan (Freepik/prostooleh)

AKURAT.CO Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim wanira. Kanker ini umumnya berkembang perlahan dan baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita. 

Berdasarkan penelitian pada tahun 2020 di laman GLOBOCAN, ada lebih dari 600.000 kasus kanker serviks dengan 342.000 kematian di seluruh dunia.

baca juga:

Di Indonesia, kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak terjadi dari seluruh kasus kanker pada tahun 2020.  Tercatat ada lebih dari 36.000 kasus dan 21.000 kematian akibat kanker ini.

Pengobatan kanker serviks bisa berbeda-beda menurut stadiumnya. Jika kanker masih kecil dan lokal di sekitar rahim, maka terapi yang disarankan adalah radioterapi. 

"Jika masih berada di kondisi stadium awal atau stadium satu, masih bisa disembuhkan dengan terapi radiasi atau radioterapi," ujar Dokter Spesialis Kandungan, dr. Agung Witjaksono, Sp.OG  di acara Pembukaan Klinik Utama JLA Indonesia di Jakarta Selatan, pada Jumat (24/6/2022).

Beberapa Wanita mungkin bertanya, apakah wanita bisa hamil setelah proses penyembuhan kanker serviks dengan radioterapi? 

Sebab, proses radioterapi bisa mematikan sel kanker termasuk sel hidup, salah satunya sel telur.  

"Jika, telah melakukan pengobatan radioterapi. Pasangan yang ingin melakukan program kehamilan harus melakukan pemicu bisa menumbuhkan sel telur agar bisa hamil," katanya.

"Ini akan dilakukan oleh dokter ahli onkologi, berkerja sama dengan dokter spesialis kandungan," tambahnya.

Agung juga menyarankan, pengidap kanker serviks stadium dini melakukan egg freezing pada sel telur, sebelum melakukan proses penyembuhan kanker serviks menggunakan radioterapi.

"Jika sudah dinyatakan sembuh, sel telur dibuahi (yang sebelumnya mengalami proses egg freezing) dimasukan ke dalam rahm yang sudah sehat," jelasnya.

Seperti dikethaui metode egg freezing, juga dikenal sebagai mature oocyte cryopreservation. Sel telur yang beku ini, dapat disimpan selama bertahun-tahun tanpa kerusakan yang signifikan.

Metode egg freezing sendiri bukanlah hal baru dalam dunia medis. Melansir Mayo Clinic, telur yang diambil dari ovarium dibekukan tanpa dibuahi dan disimpan untuk digunakan nanti. 

Telur beku dapat dicairkan, dikombinasikan dengan sperma di laboratorium dan ditanamkan di rahim.

Untuk mengambil telur untuk dibekukan, kamu menjalani proses injeksi hormon yang sama seperti bayi tabung. 

Satu-satunya perbedaan adalah bahwa setelah pengambilan telur, itu dibekukan untuk jangka waktu tertentu sebelum dicairkan, dibuahi dan dipindahkan ke rahim sebagai embrio. 

Dibutuhkan sekitar tiga minggu untuk menyelesaikan siklus pembekuan telur. 

Akan tetapi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan, sebelum melakukan egg freezing.