Lifestyle

Apakah Pengguna Narkoba Selalu Kurus?

Mengkonsumsi ekstasi akan mengakibatkan peningkatan neurotransmitter dalam otak


Apakah Pengguna Narkoba Selalu Kurus?
Ilustrasi narkoba (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Penyanyi Pradikta Wicaksono atau akrab disapa Dikta belum lama ini angkat suara terkait komentar warganet tentang penampilannya.

Salah satu komentar adalah tentang tubuh Dikta yang tampak kurus. Warganet lantas mengaitkan tubuhnya tersebut dengan narkoba. 

"Kurus dibilang narkoba. Kulit iteman dibilang dekil, enggak keurus. Gondrong dibilang kayak orang sakit. Ending-nya, 'nikah gih, biar ada yang urus'," tulis Dikta seperti dikutip AKURAT.CO dari unggahan Instagram-nya, Minggu, (26/9/2021).

Selama ini, pengguna narkoba identik dengan tubuh kurus. Namun, benarkah semua pengguna narkoba bertubuh kurus?. 

Tidak selalu, sebab jenis obat-obatan terlarang memiliki dampak yang berbeda-beda terhadap pola makan si pengguna.

Penyalahgunaan Psikotropika memang bisa menyebabkan penggunanya mengalami perubahan pola makan. 

Menurut ahli Biomedis dari Universuty of Florida Dr. Karen Vieira, PhD MSM pengguna bisa mengalami peningkatan atau penurunan nafsu makan tergantung pada kandungan zat yang digunakan.

Berikut Akurat.co uraikan efek beberapa zat aditif kepada nafsu makan penggunanya.

Ganja

Para ilmuwan mempercayai bahwa senyawa psikoaktif bernama Tetrahydrocannabinol (THC) pada ganja akan bereaksi terhadap reseptor otak CB1.

Ini akan membuat pemakainya kerap merasa lapar dan makan secara berlebihan, yang pada akhirnya meningkatkan berat badanya. 

"Memakai ganja akan merangsang produksi ghrelin, hormon lapar yang dapat meningkatkan nafsu makan," kata Prof Jan seperti dikutip dari ABC Australia.

Kokain 

Kokain adalah termasuk salah satu obat berjenis narkotika yang berasal dari tumbuhan coca (Erythroxylum coca).

Salah satu efek kokain yang paling sering dilaporkan adalah turunnya nafsu makan.

Inilah yang menyebabkan pecandu kokain kerap terlihat semakin kurus atau bisa sampai kekurangan gizi.

Disisi lain, kokain juga bisa membuat penggunanya mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan pada saat merasa lapar sehingga berat badan bertambah tanpa disadari. 

Ekstasi

Metilendioksimetamfetamina atau ekstasi bisa menekan nafsu makan penggunannya.

Mengkonsumsi ekstasi akan mengakibatkan peningkatan neurotransmitter dalam otak. Ini mengakibatkan metabolisme meningkat sehingga berat badan menurun.

Tak hanya itu saja, ekstasi juga berefek pada level serotonin. Mengutip Livestrong, ekstasi akan memengaruhi serotonin aktif sehingga tubuh terus menerus merasa kenyang dan tak lapar.[]