Lifestyle

Apakah Operasi Kanker Prostat Bisa Sebabkan Kesulitan Ereksi?

Layaknya jenis kanker lainnya, operasi adalah salah stau cara untuk mengatasi kanker prostat.


Apakah Operasi Kanker Prostat Bisa Sebabkan Kesulitan Ereksi?
Belum banyak orang yang tahu kalau pria ternyata bisa terserang kanker penis (Saludymedicinas)

AKURAT.CO, Layaknya jenis kanker lainnya, operasi adalah salah stau cara untuk mengatasi kanker prostat. Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar prostat akibat adanya penyakit kanker prostat disebut prostatektomi.

Namun, Ketua Prostate Cancer Awareness Month, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp. U (K) Ph.D., mengakui bahwa operasi kanker prostat berpotensi menyebabkan gangguan ereksi. Sebab, prostat terletak di sebelah saraf serta otot untuk membantu mencapai ereksi.

"Operasi bisa mempunyai risiko gangguan ereksi karena secara anatomi kalenjar prostat itu berhubungan atau berdekatan dengan pembuluh darah atau saraf yang bertanggung jawab atas ereksi," kata dr. Rizal dalam Virtual Media Briefing dengan tema Kenali Prostatmu: Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Kanker Prostat pada Orang Dewasa untuk Meningkatkan Usia Harapan Hidup, yang diikuti Akurat.co pada Senin, (6/9/2021).

"Itu memang menjadi suatu kendala," imbuhnya. 

Akan tetapi, secara teori, operasi terbukti lebih baik untuk mengatasi kanker dibandingkan radiasi. Pasalnya, operasi akan mengangkat sel kanker sepenuhnya dari dalam tubuh. Sementara, radiasi atau radioterapi memang tidak akan mengakibatkan gangguan apapun, namun sel kanker lebih berisiko untuk berubah, dan menyebar. 

"Secara teori, tumor masih di dalam badan punya risiko berubah. Jadi studinya saat ini operasi lebih baik dibandingkan melakukan radiasi. Walaupun sama-sama 90 persen, perbedaan sekitar lima persen, dan operasi lebih baik" jelas dr. Rizal.

"Masalah memang yang hanya operasi. Yang tidak operasi, misalnya sinar radiasi tidak ada masalah tapi hati-hati ada penyebaran," tegasnya. 

Untuk mengatasi gangguan ereksi pascaoperasi kanker prostat, dr. Rizal menjelaskan bahwa saat ini sudah banyak rehabilitasi untuk mengatasi gangguan tersebut. 

"Tapi saat ini sudah banyak yang dilakukan agar ereksi kembali lagi, ada rehabilitasi-rehabilitasi," ujar dr. Rizal. 

Adapun kanker prostat dapat terjadi pada seseorang karena faktor usia, ras, riwayat keluarga, perubahan gen, sindrom metabolik seperti diabetes, kolesterol dan juga obesitas. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, pola diet yang tidak baik serta kurang berolahraga dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat pada pria.

Di Indonesia saat ini, terdapat cukup banyak angka kasus kanker prostat baru yang ditemukan dalam stadium lanjut. Tercatat kebanyakan pasien datang pada saat stadium 4, dan terdiagnosa pada usia 60-79 tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya program deteksi dini yang lebih baik dan efisien.[]