Lifestyle

Apakah Keputihan Membatalkan Wudu? Berikut Penjelasannya


Apakah Keputihan Membatalkan Wudu? Berikut Penjelasannya
Ilustrasi berdoa (Pinterest/Fitri Nur)

AKURAT.CO, Keputihan merupakan semacam cairan yang keluar dari vagina wanita. Disebut dengan flour albus, keputihan memiliki dua jenis, yakni keputihan normal dan keputihan penyakit.

Pada dasarnya, keputihan adalah hal yang normal pada wanita. Keputihan normal atau fisiologis ini biasanya keluar saat menjelang menstruasi, sesudah mentruasi, atau pada masa subur. Namun, keputihan juga bisa menjadi penyakit atau keputihan patologis karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, bahkan jamur yang berlebih dengan efek terasa gatal dan bau yang tak sedap.

Ulama Salaf terdahulu sudah membahas mengenai keputihan dengan istilah ‘ruthubah’ yaitu lendir yang keluar dari kemaluan wanita. Ulama kontemporer mengenal keputihan dengan istilah ‘ifrazat’ yaitu keputihan.

Fokus pembahasan ulama dalam hal keputihan ini terletak pada masalah termasuk najis atau tidaknya keputihan tersebut dan apakah keputihan membatalkan wudu atau tidak. Ulama yang berpendapat bahwa keputihan itu tidak najis adalah Imam Syafi’i, karena zat nya tidak sama dengan madzi yang bersifat najis. Pendapat inilah yang terkuat.

Dalil tentang sucinya cairan keputihan adalah hadis Aisyah radhiyallahuanha yang mengerik sisa air mani Rasulullah yang menempel pada pakaian. Air mani tersebut bercampur dengan lendir kemaluan akibat berhubungan suami-istri.

Kemudian mengenai permasalahan wudu, apakah keputihan membatalkan wudu? Pendapat kebanyakan ulama bahwa keputihan membatalkan wudu.

Hukum keputihan disamakan dengan istihadah (darah yang keluar setelah melahirkan) atau orang yang berhadas terus menerus (daimul hadas) seperti beser (salis). Bahwa wanita yang sedang dalam proses istihadah wajib membersihkan dan menahan laju cairan yang keluar kemudian memperbaharui wudunya setiap kali akan sholat. Namun jika keluarnya terus menerus maka tidak membatalkan sholat.

Adapun niat wudu orang yang mengalami keputihan, istihadah dan beser (salis) terus menerus sama seperti niat orang bertayamum, yaitu tidak berniat membersihkan hadas kecil melainkan karena kewajiban melaksanakan salat, sebab pada kenyataannya ia terus menerus mengeluarkan hadas (daimul hadas).

Wallahua’lambisshawab. []