Lifestyle

Apakah Ibu Menyusui Boleh Berikan ASI Setelah Divaksin?

Pakar nutrisi dari UNICEF Indonesia menjelaskan bahwa ibu menyusui aman divaksin Covid-19


Apakah Ibu Menyusui Boleh Berikan ASI Setelah Divaksin?
Ilustrasi ibu menyusui (Dailymail.co.uk)

AKURAT.CO Vaksinasi masih menjadi harapan untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, seluruh negara mewajibkan masyarakat menerima vaksinasi tak terkecuali dengan ibu yang sedang menyusui.

Namun sayangnya di Indonesia, masih banyak ibu menyusui yang khawatir menerima vaksinasi Covid-19. Oleh sebab itu, pakar nutrisi dari UNICEF Indonesia, Sri W. Sukotjo atau Ninik Sukotjo menjelaskan bahwa ibu menyusui aman divaksinasi dengan vaksin Covid-19. Sebab vaksin yang disuntikkan bukan virus hidup.

"Yang disuntikan itu bukan virus hidup jadi secara biologis dan klinis tidak menimbulkan risiko bagi bayi yang menyusui. Jadi aman bagi bayi. Berbagai studi di Eropa dan Amerika memperlihatkan antibodi ibu setelah vaksinasi dialirkan melalui ASI untuk memproteksi bayi," ujar Ninik dalam konferensi pers daring bertajuk "Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama" di kanal Youtube AIMI, pada Rabu (28/7).

"Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan ibu menyusui memungkinkan bisa mendapatkan semua jenis vaksin yang tersedia di Indonesi, semisal Moderna, AstraZeneca, Sinovac, Pfizer. Jadi vaksin di Indonesia aman bagi ibu yang sedang menyusui," imbuhnya

Ninik menegaskan, ibu menyusui ini termasuk kelompok yang bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hal ini demi bisa melindungi diri dari paparan penyakit akibat infeksi Covid-19 sehingga bisa merawat anak dengan optimal.

Namun, tentu saja sebelum diberikan vaksinasi, ibu harus menjalani pemeriksaan atau skrining kesehatan seperti suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius, tidak demam atau batuk selama 7 hari terakhir, tidak kontak dengan pasien COVID-19 dalam waku 14 hari terakhir, tekanan darah di bawah 180/110 mmHg dan memenuhi syarat sesuai skrining riwayat kesehatan. 

"Bahkan sesudah vaksin dan sebelum menyusui bayi, suhu tubuh ibu harus dibawah 37,5 derajat Celcius," sambungnya.

Menurut Ninik, UNICEF juga mengimbau semua pihak untuk mendukung ibu menyusui melakukan vaksinasi dan mendorong ibu menyusui untuk terus memberikan ASI setelah divaksin.

Ninik menambahkan, perlu adanya peningkatkan akses konseling menyusui oleh tenaga terlatih untuk memastikan informasi yang tepat guna mendukung ibu menyusui. Serta perlu ada himbauan untuk promosi produk pengganti ASI yang tidak etis atau tidak tepat karena bisa memicu ibu menyusui tidak memberikan ASI eksklusif.