Lifestyle

Apakah Hepatitis Akut Misterius Bakal Menjadi Pandemi Seperti Covid-19? Ini Penjelasan Mantan Petinggi WHO

Untuk melihat potensi hepatitis akut menjadi pandemi, masyarakat diminta untuk melihat kembali perjalanan Covid-19.


Apakah Hepatitis Akut Misterius Bakal Menjadi Pandemi Seperti Covid-19? Ini Penjelasan Mantan Petinggi WHO
Ilustrasi hepatitis - Mantan petinggi WHO beberkan kemungkinan hepatitis akut misterius menjadi pandemi seperti Covid-19 (AKURAT.CO)

AKURAT.CO  Dunia kembali dihebohkan dengan kemunculan penyakit hepatitis akut yang menyerang kelompok usia anak. Namun, hingga saat ini, penyakit hepatitis ini masih belum diketahui penyebabnya. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan kasus hepatitis akut ini sebagai  disease outbreak news (DONs) alias kejadian luar biasa (KLB). 

Lalu apakah penyakit ini bakal menjadi pandemi, seperti Covid-19?

Menjawab hal tersebut, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama bahwa satu penyakit tidak dapat dibandingkan begitu saja dengan penyakit lainnya karena banyak faktor yang berbeda yang mempengaruhinya. 

baca juga:

"Hanya saja, sehubungan banyaknya pertanyaan tentang apakah ada kemungkinan hepatitis akut berat sekarang ini menjadi pandemi maka baik kita lihat tentang proses yang terjadi pada Covid-19," kata Prof Tjandra dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Kamis (12/5/2022). 

Prof Tjandra menuturkan,  Covid-19 pertama terdeteksi oleh WHO pada 31 Desember 2019. Pada saat itu namanya masih Pneumonia of unknown cause (pneumonia atau radang paru yang belum diketahui penyebabnya). Sebulan kemudian , tepatnya 30 Januari 2020, WHO menyatakan penyakit tersebut sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) (kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia). Perubahan ini pun sudah sesuai dengan aturan International Health Regulation (IHR).

Pada 30 Januari 2020 itu, atau sebulan sesudah dideteksi maka sudah ada hampir 20 ribu kasus konfirmasi dan suspek, tepatnya 19.961. Selain itu, para ahli juga sudah ditemukan bukti adanya penularan antar manusia.

"Karena kasus terus berkembang dengan berbagai dimensinya maka pada 11 Maret 2020 Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO," jelasnya. 

Sementara itu, perubahan kondisi hepatitis akut ini cukup berbeda dengan Covid-19.  Hepatitis/radang hati akut yang belum jelas penyebabnya ini mulai dideteksi WHO pada 5 April 2022, dan dinyatakan sebagai acute hepatitis of unknown aetiology. Berbeda dengan Covid-19, jumlah kasus probable hepatitis akut di dunia sekitar 300-an. Per 10 Mei 2022, tercatat 348 kasus probable dari 21 negara, 26 diantaranya memerlukan transplantasi hati.

Selain itu, belum ada informasi yang jelas tentang penyebab serta cara penularannya. Oleh sebab itu, penyakit hepatitis misterius ini belum dinyatakan sebagai PHEIC, karena masih membutuhkan data ilmiah yang lebih jelas lagi.

"Jadi, walaupun memang tidak bisa dibandingkan secara langsung, tetapi setidaknya situasi sebulan sesudah ditemukan adalah amat berbeda antara Covid-19 dengan hepatitis akut berat sekarang ini," ujarnya.

Meski begitu, Prof Tjandra meminta masyarakat untuk selalu waspada, melakukan antisipasi memadai, jangan abai dan tetap tenang. Lakukan penanggulangan sejalan perkembangan ilmu yang ada, dan beri penjelasan menyeluruh pada masyarakat luas.[]