Olahraga

Apa Untungnya Status Unggulan di Cabang Bulutangkis Olimpiade Tokyo?

Mengirimkan sebelas atlet, Indonesia menempatkan tujuh wakil berstatus unggulan di cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020.


Apa Untungnya Status Unggulan di Cabang Bulutangkis Olimpiade Tokyo?
Pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, saat bertarung melawan wakil China, Ou Xuan Yi/Zhang Nan, di babak kedua All England 2020, pada Kamis (12/3) malam WIB (PBSI)

AKURAT.CO, Pembatalan Singapura Terbuka 2021 yang disiapkan sebagai turnamen terakhir kualifikasi cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 telah “mengunci” nama-nama yang akan bertanding di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Total sebanyak 172 atlet dari seluruh penjuru dunia akan bersaing di lima nomor di Tokyo.

Secara umum, hanya ada tiga negara yang mengirimkan lebih dari sepuluh atlet untuk bulutangkis Olimpiade Tokyo. Dipimpin oleh China dengan 14 atlet, tuan rumah Jepang dengan 13 atlet, serta Indonesia dengan sebelas atlet.

Sebelas atlet Indonesia terdiri dari dua di tunggal putra dan ganda putra, serta masing-masing satu wakil di tunggal putri, ganda putri, serta ganda campuran. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya akan berstatus unggulan dalam format pertandingan gugur diawali dengan babak 32 besar.

Mendapat status unggulan akan berpengaruh terhadap undian untuk menghindari bertemunya atlet-atlet terbaik di babak yang terlalu dini. Unggulan tidak akan bertemu unggulan di putaran awal karena undian akan mempertemukan mereka dengan lawan yang relatif tak diunggulkan.

Mereka yang mendapatkan status unggulan dari Indonesia adalah Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di posisi unggulan kellima dan ketujuh di nomor tunggal putra. Total ada 16 atlet berstatus unggulan dipimpin oleh wakil tuan rumah sekaligus pebulutangkis ranking satu dunia, Kento Momota, di posisi unggulan pertama.

Selanjutnya adalah nomor ganda putra di mana dua pasangan terbaik dunia saat ini, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo serta Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan akan tampil sebagai unggulan pertama dan kedua dari total empat unggulan.

Di nomor tunggal putri, satu-satunya wakil Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, berada di posisi ke-14. Gregoria merupakan satu dari 16 unggulan yang dipasang di nomor ini dengan atlet asal China, Chen Yufei, dan pebulutangkis dari Chinese Taipei, Tai Tzu-Ying di dua posisi teratas.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi wakil Indonesia berstatus unggulan terakhir di Tokyo. Dengan total empat unggulan, Praveen/Melati berada di posisi keempat.

Satu-satunya yang tidak mendapatkan posisi unggulan adalah duet ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di sektor ganda putri. Di nomor ini hanya ada empat unggulan dengan wakil tuan rumah lainnya, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, di tempat teratas.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co