News

Apa Maksud Hadis yang Menyebut Tempat Paling Allah Benci Adalah Pasar? Begini Penjelasannya


Apa Maksud Hadis yang Menyebut Tempat Paling Allah Benci Adalah Pasar? Begini Penjelasannya
Warga memilih bahan makanan di Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (4/1/2020). Pengamat ekonomi INDEF Bhima Yudhistira mengatakan pemerintah perlu mewaspadai tingginya inflasi dari sektor pangan karena distribusi yang terganggu akibat banjir di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya. Pasalnya sebagian besar pasokan tersebut masih di datangkan dari luar ibu kota. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Dua tempat yang sudah menjadi kebutuhan manusia sehari-hari khususnya umat Islam adalah masjid dan pasar. Masjid adalah tempat kaum muslimin berhubungan dengan Allah ta'ala, sedangkan pasar adalah tempat berlangsungnya hubungan muamalah (antarmanusia).

Akan tetapi, di dalam sebuah hadis dikatakan, dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw bersabda, "Negeri (tempat) yang paling dicintai Allah adalah pada masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim)

Apa sejatinya maksud hadis di atas? Bukankah Rasulullah saw juga sering ke pasar dan beliau juga berdagang?

Dalam salah satu ayat Allah berfirman,

Apa Maksud Hadis yang Menyebut Tempat Paling Allah Benci Adalah Pasar Begini Penjelasannya - Foto 1
ISTIMEWA


Wa maa arsalnaa qablaka minal-mursaliina illaa innahum laya'kuluunat-ta'aama wa yamsyuuna fil-aswaaq, wa ja'alnaa ba'dakum liba'din fitnah, a tasbiruun, wa kaana rabbuka basiiraa

Artinya: Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Tuhanmu maha Melihat. (QS. Al-Furqan ayat 20)

Dari ayat di atas jelaslah bahwa Nabi Muhammad saw juga sama dengan manusia pada umumnya yang butuh makan serta sering ke pasar. Lantas, mengapa dalam hadisnya Rasulullah saw mengatakan bahwa pasar adalah tempat yang dibenci Allah?

Dalam kitabnya, Imam An-Nawawi menjabarkan sabda Nabi saw tentang "tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid" dikarenakan tempat tersebut adalah tempat ketaatan, dan didirikan atas dasar ketakwaan.

Sementara kalimat "tempat yang paling Allah benci adalah pasar" dikarenakan pasar merupakan tempat penuh penipuan, riba, janji palsu, dan mengabaikan Allah, serta hal serupa lainnya.

Meski demikian, Nabi saw tidak anti sepenuhnya dengan pasar karena beliau juga berdagang bahkan dengan berkegiatan di pasar itulah Nabi Muhammad saw menemukan jodohnya, Siti Khadijah.

Nabi saw bahkan bersabda bahwa jual beli adalah salah satu profesi yang sangat mulia.

Salah seorang sahabat pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, mata pencaharian apa yang paling baik?" Rasulullah saw bersabda, "Adalah pekerjaannya seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi)." (HR. Ahmad)

Oleh sebab itu, bencinya Allah terhadap pasar bukan karena tempatnya tetapi karena kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya banyak yang merugikan seperti tipu-tipu, janji palsu, riba, dan lain sebagainya. Maka, bisa dibayangkan jika seseorang bekerja di pasar lalu praktiknya sesuai syariat, jauh dari keburukan, pasti pahalanya akan berlipat ganda.

Begitu pula, masjid dicintai Allah bukan hanya karena zatnya (bangunan fisiknya) tetapi lebih kepada kegiatannya seperti salat, iktikaf, zikir, membaca Al-Qur'an dan lain sebagainya. Sehingga apabila seseorang melakukan kemaksiatan di masjid seperti menipu, menghasut dan lainnya, pastilah dosanya akan berlipat-lipat.

Wallahu a'lam.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co