Olahraga

Apa Kata Media Barat tentang Tragedi di Kanjuruhan?

Apa Kata Media Barat tentang Tragedi di Kanjuruhan?
Suasana kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10). (TWITTER)

AKURAT.CO, Justru ketika Indonesia sedang bersiap menyelenggarakan Piala Dunia U-20 2023 sebagai perhelatan sepakbola level global pertama, tragedi pecah di Malang. Dalam kaitan itu, kematian 127 suporter di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam, jelas mendapat perhatian dunia internasional.

Media yang berbasis di Inggris, Mirror, memberikan pemberitahuan bahwa artikel dan foto tentang kerusuhan di Malang yang dimuat di situs mereka merupakan distressing content (konten tak menyenangkan). 

"PERINGATAN: KONTEN TAK MENYENANGKAN. Sejumlah penggemar sepakbola dilaporkan tewas setelah kerusuhan pecah di sebuah pertandingan sepakbola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Sabtu malam," tulis Mirror.

baca juga:

Sementara itu, media Inggris lainnya, The Guardian, menulis jumlah korban lebih banyak dari yang dilaporkan sejumlah media di Indonesia. The Guardian menyebut korban jiwa sebanyak 129 orang berbanding 127 yang diumumkan banyak media lokal.

"Gambar-gambar yang tertangkap di dalam stadion ketika insiden (suporter) terinjak-injak menunjukkan sejumlah besar gas air mata dan orang-orang memanjat pembatas " tulis The Guardian.

"Orang-orang membawa penonton cedera melewati kekacauan."

Adapun media Amerika Serikat, CNN, menulis tajuk "Tragedi di Stadion Indonesia". CNN juga mengutip ucapan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, yang mengatakan bahwa peristiwa di Malang menodai citra sepakbola Indonesia.

Tragedi di Malang tahun ini bisa dikatakan sebagai tragedi dengan korban terbesar dalam sejarah sepakbola modern Indonesia. Yang kedua di tahun 2022 setelah dua suporter Persib Bandung meninggal dunia dalam turnamen pramusim menghadapi Persebaya, Juni silam.

PT LIB sendiri sudah menangguhkan kompetisi selama sepekan imbas peristiwa ini. Sementara Arema dilarang menjadi tuan rumah di sisa laga Liga 1 Indonesia 2022-2023.

Kekalahan atas Persebaya merupakan yang kelima bagi Arema sepanjang musim ini. Sekaligus yang keempat dalam tujuh pertandingan terakhir di mana Arema kalah menghadapi tim-tim besar seperti PSM Makassar, Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya.[]