Olahraga

Apa Kabar Kim Ji-Hyun, Pelatih yang Meninggalkan PV Sindhu?

Kim Ji-Hyun sempat berselisih dan meninggalkan PV Sindhu selepas sang atlet menjadi juara dunia pada 2019.


Apa Kabar Kim Ji-Hyun, Pelatih yang Meninggalkan PV Sindhu?
Mantan Pelatih Pusarla Venkata Sindhu asal Korea Selatan, Kim Ji-Hyun. Kini kembali melatih di negaranya. (BWF)

AKURAT.CO, Nama Kim Ji-Hyun naik ke permukaan hampir dua tahun lalu ketika ia berselisih dengan pebulutangkis terbaik asal India, Pusarla Venkata Sindhu. Ketika itu, Ji-Hyun mundur sebagai pelatih Sindhu tepat setelah sang pebulutangkis sukses menjadi atlet India pertama yang menjadi juara dunia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019.

Dalam wawancara dengan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), mantan pebulutangkis berusia 46 tahun tersebut memilih tak ingin membahas perselisihannya dengan Sindhu. Ia lebih banyak berbicara bagaimana ia harus turun kelas ketika melatih ke klub dengan pemain yang tak pernah bertanding di kompetisi elite.

Selepas dari India, Ji-Hyun dan suaminya terbang ke Selandia Baru untuk berlibur sesaat. Selepas itu ia mendapat tawaran melatih sebuah klub di Taiwan, Asia Pacific Club, sebelum kembali ke negaranya di Korea Selatan.

Turun dari melatih juara dunia ke level klub, Ji-Hyun mengaku kembali mengingat hal dasar pekerjaan sebagai pelatih. Anggota tim Piala Uber Korea Selatan pada periode 1994-2000 tersebut mengungkapkan bahwa uang bukanlah tujuan utamanya sebagai pelatih.

“Sebagai seorang pelatih, Anda harus menikmati apa yang Anda lakukan. Beberapa orang bekerja untuk uang tetapi bagi saya, ketika saya mendapatkan peran ini (melatih di klub), ini adalah tantangan baru, karena saya harus memulai dari awal lagi,” ucap Ji-Hyun.

“Bakal ada beberapa pemain yang tidak pernah bermain di turnamen internasional, tidak pernah bermain di Asian Games atau olimpiade, merak darah baru, jadi saya harus menciptakan lingkungan baru dan saya harus memotivasi para pemain.”

Menurut peraih medali emas bulutangkis beregu putri Asian Games 1994 tersebut, melatih di level klub membuatnya memikirkan kembali skill baru apa yang mesti diajarkan kepada pemain. Hal-hal tersebut membuat Ji-Hyun seperti merefleksikan perjalanan panjangnya bekerja sebagai pelatih.

“Kami mencoba banyak latihan berbeda, dan kami melakukan beberapa pertandingan domestik di Taiwan. Menyenangkan. Dan setiap pagi saya bangun saya bakal memikirkan skill baru untuk diajarkan kepada mereka,” ucap Ji-Hyun.

“Perasaan yang saya alami mengingatkan mengapa saya melatih, mengingatkan saya pada apa yang saya lakukan. Karena terkadang Anda heran bertanya-tanya apakah Anda sudah melatih terlalu lama. Menurut saya setiap orang punya pengalaman itu. Bagi saya, ketika saya ke Taiwan, itu membuat saya berpikir menyenangkan.”[]