Rahmah

Apa itu Rajah? Ketahui Hukum Islamnya!

Apa itu Rajah? Ketahui Hukum Islamnya!
Ilustrasi Rajah (Harvard University)

AKURAT.CO, Rajah dikenal sebagai jimat di kalangan masyarakat saat ini. Bentuknya berupa sekumpulan huruf atau gambar yang dapat dipercaya dapat menyembuhkan penyakit, juru penyelamat, hingga mendapatkan jodoh.

Gambarnya dalam bentuk yang berbeda-beda, seperti bentuk lingkaran, segitiga, kotak, atau bentuk yang lainnya.

Banyak orang Islam yang memercayai rajah, dikarenakan tulisannya menggunakan bahasa Arab. Bahkan, terkadang menggunakan potongan ayat dari Al-Quran.

baca juga:

Namun, tahukah kamu apa itu rajah? Dan bagaimana Islam memandang rajah?

Arti rajah dalam Islam

Telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (12/1/2023), rajah merupakan sebuah benda mati yang dibuat seseorang agar dalam rajah tersebut memiliki kekuatan gaib.

Dalam Islam, Rajah dikenal sebagai jimat atau azimat yang dimiliki oleh seseorang yang mengganggap dirinya memiliki kemampuan spritual. Azimat sendiri sering dipakai sebagai bentuk untuk menolak penyakit dan sebagainya.

Dalam ilmu Tauhid, jimat diungkapkan dalam beberapa istilah. Seperti tiwalah, wada'ah, dan tamimah. Tiga bentuk jimat ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.

  1. Tiwalah adalah jimat yang digunakan untuk pelet terhadap pasangan agar dapat mempererat hubungan cintanya,
  2. Wada'ah merupakan jimat yang diambil dari lautan. Bentuknya berupa kerang yang memiliki fungsi untuk menangkal penyakit.
  3. Tamimah yaitu jimat yang dibuat dari manik-manik berlubang dan dirangkai menjadi satu. Biasanya digunakan untuk menjadi kalung anak agar terhindar dari penyakit 'ain.

Apapun tujuan dari rajah atau jimat dan cara penggunaannya sebenarnya tidak terbukti dapat mengabulkan keinginan pemakainya. Secara syar'i, penggunaan rajah tidak ada dalilnya.

Begitupun secara qadari, rajah tidak terbukti secara ilmiah atau percobaan yang jelas.

Hukum rajah dalam Islam

Seperti yang dikatakan sebelumnya, rajah dikenal sebagai sebuah jimat. Sehingga, rajah tidak termasuk ke dalam unsur syariat Islam.

Para ahli agama meyakini rajah merupakan bentuk tindakan yang musyrik.

Dikutip dalam kitab Al-Qoulus Sadiid, yang menjelaskan tentang hukum pemakaian jimat, bahwa seseorang yang menggunakan jimat dapat ditandakan sebagai tindakan syirik, baik secara besar maupun kecil. 

Dalam hadis riwayat Ahmad dan Al-Hakim, dikatakan jmemercayai suatu jimat tidak memiliki manfaat yang berarti. Allah SWT tentu tidak akan menyempurnakan kesehatannya.

"Barangsiapa yang bergantung kepada jimat, maka Allah tidak akan menyempurnakan (kesehatannya)." (HR Ahmad dan al-Hakim).

Selain itu, terdapat dalil dengan ayat Al-Quran yang dikatakan bahwa diharamkan penggunaan jimat atau mantra.

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an-Nisa’: 48), 

Rasulullah telah mengatakan, bahwa seseorang yang menggunakan jimat termasuk golongan orang yang musyrik. Dijelaskan dalam hadis riawayat Ahmad dan Al-Hakim.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَاِمرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ جَاءَ فِي رَكْبٍ عَشْرَةٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعَ تِسْعَةً وَأَمْسَكَ عَنْ رَجُلٍ مِنْهُمْ فَقَالُوْا: مَاشَأْنُهُ؟ فَقَالَ: ِإنَّ فِي عَضُدِهِ تَمِيْمَةً فَقَطَعَ الرَّجُلُ التَّمِيْمَةَ فَبَايَعَهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ “مَنْ عَلَّقَ فَقَدْ أَشْرَكَ”. )رواه أحمد والحاكم)

Artinya“Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra, ada sepuluh orang lelaki datang menghadap Rasulallah saw dengan mengendarai kendaraan. Lalu Rasulullah membaiat sembilan orang di antara mereka, sedang yang satu tidak dibaiat. Para sahabat kemudian bertanya:

“Ya Rasulullah mengapa yang satu orang itu tidak dibaiat?” Jawab Rasulullah: “Sebab di lengannya terdapat jimat.”

Kemudian lelaki itu melepas jimatnya, dan Rasulullah pun membaitnya. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memakai jimat maka dia telah musyrik.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).

Rasulullah menjelaskan, seseorang yang menggunakan jimat dengan tujuan untuk menolak bahaya untuk dirinya sendiri, termasuk perbuatan syirik besar. Dimana terdapat seseorang yang meyakini adanya Tuhan selain Allah SWT. 

Percayalah kepada Allah SWT, yang tidak ada tandingan-Nya dalam menciptakan alam semesta.

Dengan kamu menggunakan jimat, berarti kamu telah menyembah dan menggantungkan harapan kepada bentuk tersebut.