Rahmah

Apa Hukum Berzikir dengan Gelang Tasbih?

Ada yang menganggap tidak boleh.


Apa Hukum Berzikir dengan Gelang Tasbih?
Gelang tasbih. (pinterest.com)

AKURAT.CO Saat ini banyak orang yang menggunakan gelang dalam bentuk tasbih. Ada banyak motif mengapa mereka menggunakan itu, salah satunya untuk keren-kerenan saja.

Lalu bagaimana jika seseorang menggunakan gelang tasbih yang dipakainya untuk bertasbih? Apakah hal ini diperbolehkan dalam agama Islam atau tidak?

Sebuah hadits menjelaskan demikian,

baca juga:

وروينا في"سنن أبي داود والترمذي" عن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه: أنه دخل مع رسول الله صلى الله عليه وسلم على امرأة وبين يديها نوى أو حصى تسبح به، فقال: "ألا أخبرك بما هو أيسر عليك من هذا أو أفضل؟ فقال سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ، والله أكبر مثل ذلك، والحمد لله مثل ذلك، ولا إله إلا الله مثل ذلك، ولا حول ولا قوة إلا بالله مثل ذلك" قال الترمذي: حديث حسن

Artinya, “Diriwayatkan di Sunan Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Sa’ad bin Abi Waqash ra, suatu hari ia bersama Rasulullah saw menemui seorang perempuan. Di hadapannya terdapat biji kurma atau kerikil yang dipakai bertasbih. ‘Maukah kau kuberi tahu yang lebih mudah atau lebih utama bagimu daripada ini semua?’ tanya Rasulullah menyapa perempuan tersebut. ‘Subhānallāhi ‘adada mā khalaqa fis samā’i, subhānallāhi ‘adada mā khalaqa fil ardhi, wa subhānallāhi ‘adada mā bayna dzālika, subhānallāhi ‘adada mā huwa khāliqun, walhamdulillāhi mitslu dzalika, wa lā ilāha illallāhu mitslu dzālika,’ kata Nabi. Imam At-Tirmidzi mengatakan, ini hadits hasan shahih.” 

Sementara itu, Syekh Muhammad bin ‘Alan As-Shiddiqi dalam Syarah Kitab Al-Adzkar menjelaskan panjang lebar hadits yang dikutip Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar itu. Syekh Ibnu Alan As-Shiddiqi membantah pendapat yang menyatakan bahwa pemakaian gelang tasbih mengandung bidah yang tidak bersumber pada ajaran Islam. Menurutnya, pemakaian gelang tasbih merupakan sunnah berdasarkan taqrir Nabi Muhammad saw.

Beliau berkata,

 فقال في حديث سعد السابق وهذا أصل صحيح بتجويز السبحة بتقريره صلى الله عليه وسلم  

Artinya, “Ia berkata, ‘Dalam hadits terdahulu sahabat Sa’ad, ini menjadi dasar sahih atas kebolehan penggunaan biji tasbih berdasarkan ketetapan Nabi Muhammad saw,” (Syekh Muhammad bin ‘Alan As-Shiddiqi, Al-Futuhatur Rabbaniyyah alal Adzkarin Nawawiyyah, [Beirut, Daru Ihya’it Turats Al-Arabi: tanpa keterangan tahun], juz I halaman 252). 

Namun, Syekh Ibnu Alan As-Shiddiqi memberikan catatan terkait keutamaan pemakaian gelang tasbih. Menurutnya, jumlah zikir yang sedikit cukup dihitung pakai jari. Sedangkan zikir yang banyak dapat dihitung dengan gelang tasbih, tasbih digital, atau alat bantu hitung lainnya. Prinsipnya, konsentrasi zikir tetap terjaga.

Ia menyatakan demikian,

Sumber: NU Online