News

Apa Hukum Bacaan 'Asshalaatu Khairum Minan Naum' pada Azan Subuh?

Apa Hukum Bacaan 'Asshalaatu Khairum Minan Naum' pada Azan Subuh?
Ilustrasi muazin (flickr.com/kaiszakaria)

AKURAT.CO, Azan merupakan seruan yang dikumandangkan muazin untuk menunjukkan masuknya waktu salat. Sehari semalam, kita pasti akan mendengar azan sebanyak lima kali apalagi bagi kita yang ada di Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Mulai dari azan subuh, zuhur, asar, maghrib dan isya begitu leluasa dikumandangkan baik melalui pengeras suara surau atau bahkan melalui televisi dan radio.

Hukum mengumandangkan azan adalah fardhu kifayah, yaitu suatu hukum fikih yang mengharuskan salah satu orang dari suatu tempat tertentu untuk mengerjakannya dan apabila sudah dikerjakan minimal satu orang maka gugurlah kewajiban orang lain.

Akan tetapi dari lima kali azan itu tentu kita tahu bahwa salah satu lafaz azan subuh memiliki perbedaan dari pada azan lainnya. Perbedaan tersebut terletak pada lafal setelah hayya 'alal falaah yang berbunyi asshalaatu khairum minan naum. Lantas mengapa terjadi perbedaan ini? Berikut ulasannya:

baca juga:

Apa Hukum Bacaan Asshalaatu Khairum Minan Naum pada Azan Subuh - Foto 1
ISTIMEWA


Asshalaatu khairum minan naum

Artinya: Salat itu lebih baik daripada tidur.

Kalimat di atas dikenal dengan sebutan at-tatswib yang memiliki makna mengulangi pengumuman setelah pengumuman, yang digunakan untuk menyebut ucapan asshalatu khairum minan naum ketika azan subuh setelah ucapan hayya 'alal falaah sebanyak dua kali.

Lafal yang selalu kita dengar ketika azan subuh dikumandangkan ini bukanlah tanpa sebab.

Dalam sebuah hadis dari Abu Mahdzurah dikatakan, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sunahnya azan."Kemudian beliau bersabda, "Setelah ucapan “hayya 'alal falaah” pada waktu salat subuh, engkau mengucapkan, “Asshalatu khairum minan naum, asshalatu khairum minan naum, Allahu akbar, Allahu akbar.” (HR. Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Hibban)

Mengacu pada hadis di atas, maka para ulama sepakat bahwa hukum melafalkan kalimat asshalaatu khairum minan naum saat salat subuh adalah sunah. Hal ini salah satunya diamini oleh Ibnu Qudamah yang berpendapat, "Disunahkan pada azan subuh mengucapkan "Asshalatu khairum minan naum” dua kali setelah mengucapkan, “Hayya 'alal falaah.” Ini berdasarkan pendapat para ulama seperti Hasan Al Bashri, Ibnu Umar, Ats-Tsauri, Ibnu Sirin, Az-Zuhri, Malik, Al Auzai, Ishaq, Abu Tsaur dan As-Syafi’i.

Sementara itu, Imam Nawawi mengungkapkan pandangannya berdasarkan hadis di atas pula, "Bahwa kesahihan at-tatswib terdapat pada dua riwayat yang sahih pula dan menurut jumhur ulama bahwa ia sunah dengan dasar hadis Abu Mahdzurah."

Tidak hanya itu saja, kesunahan at-tatswib ini juga diungkapkan dalam riwayat lainnya. Dari Anas bin Malik ra ia berkata, "Bagian dari sunah adalah seorang muazin berkata pada saat azan fajar, 'hayya 'alal falaah' kemudian dilanjutkan, "asshalatu khairum minan naum. Allahu akbar, Allahu akbar.” Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya Ad-Daruquthny, Al-Baihaqy. Sementara Al-baihaqy mengatakan bahwa hadis ini sanadnya sahih.

Untuk lebih jelasnya bahwa memang ada perbedaan lafal azan subuh bisa juga dilihat dari kesaksian Bilal bin Rabbah yang merupakan muazin pertama dalam sejarah umat Islam. Bilal berkata, "Rasulullah saw memerintahkanku untuk melakukan tatswib pada saat salat fajar dan melarangnya pada saat salat isya." (HR. Ibnu Majah)

Wallahu a'lam.[]