Ekonomi

AP II Rampungkan Pembangunan Landasan Pacu Bandara Purbalingga

Angkasa Pura II merampungkan pembangunan fasilitas utama sisi udara (airside) landasan pacu Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga


AP II Rampungkan Pembangunan Landasan Pacu Bandara Purbalingga
Alat berat saat mengeruk tanah proyek pembangunan runway dan taxiway di kawasan terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (21/6). Pembangunan runway ketiga ini membutuhkan tanah seluas 216 hektare di mana seluas 49 hektare sudah dimiliki PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soekarno-Hatta. Runway ketiga memiliki dimensi 3.000 x 60 m2 dan membutuhkan investasi sekitar Rp 1,7 triliun khusus untuk konstruksi. Adanya runway ketiga ini akan membuat pergerakan pesawat di Banda (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO PT Angkasa Pura II (Persero) merampungkan pembangunan fasilitas utama sisi udara (airside) yakni landasan pacu Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu mengatakan pembangunan fasilitas utama sisi udara, yang sudah mencapai 100 persen adalah landasan pacu (runway), jalur penghubung parkir pesawat dan landasan pacu (taxiway), serta parkir pesawat (apron).

Dengan selesainya pembangunan itu, maka Bandara Jenderal Besar Soedirman sudah dilengkapi landasan pacu berdimensi 1.600 x 30 meter, apron seluas 69 x 103 meter dan taxiway dengan lebar 15 meter.

Kapasitas sisi udara tersebut dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat jenis baling-baling ganda (twin propeller) seperti ATR 72-600.

Awaluddin mengatakan pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan sekitar dua tahun lalu.

"Dua tahun lalu PT Angkasa Pura II mulai membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman ini dari nol, istilahnya dari lahan masih berupa tanah greenfield. Sekarang, Purbalingga sudah memiliki bandara dengan seluruh pembangunan sisi udara dilakukan anak bangsa. Semoga apa yang kita semua lakukan dapat membawa manfaat terhadap pengembangan konektivitas udara di Tanah Air," Kata Awaluddin dilansir dari Antara, Minggu (31/1/2021).

Setelah pembangunan fasilitas utama sisi udara tuntas 100 persen, proses selanjutnya adalah verifikasi yang dilakukan regulator penerbangan sipil yakni Kementerian Perhubungan.

Pada Minggu (31/1/2021), Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto bersama jajaran Ditjen Perhubungan Udara melakukan uji terbang (proofing flight) di Bandara Soedirman.

Pesawat King Air nomor registrasi PK-CAN yang digunakan untuk proofing flight tersebut mendarat mulus di landasan pacu baru Bandara Soedirman menjelang pukul 09.00 WIB dengan membawa enam penumpang dan tiga kru pesawat.

Sumber: Antara