News

Anwar Usman Diminta Meminimalisir Pelanggaran Etik di Internal MK


Anwar Usman Diminta Meminimalisir Pelanggaran Etik di Internal MK
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) terpilih Anwar Usman usai acara pengucapan sumpah jabatan Ketua dan Wakil Ketua MK di gedung MK, Jakarta, Senin (2/4). Anwar Usman dan Aswanto resmi menjadi Ketua dan Wakil Ketua MK periode 2018-2020 (ANTARA FOTO)

AKURAT.CO, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, diminta meminimalisir atau bahkan menghilangkan pelanggaran etika dan hukum yang mungkin masih ada di internal MK.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum), Ferdian Andi, menanggapi masih seringnya para Hakim MK ataupun pegawai di MK melakukan pelanggaran etika ataupun hukum seperti yang dilakukan oleh Mantan Ketua MK Arief Hidayat beberapa waktu lalu.

Ferdian mengungkapkan bahwa Anwar Usman harus memastikan tidak ada lagi praktik pelanggaran etik dan hukum di internal MK baik oleh para Hakim MK maupun pegawai MK.

"Pelembagaan sistem di internal MK harus semakin dikukuhkan. Sistem harus terbentuk secara kukuh yang tidak bergantung pada sosok atau personal. Berbagai peristiwa yang terjadi di internal MK belum lama ini karena belum kukuhnya sistem, masih ada celah di sistem internal," ungkapnya di Jakarta, Selasa (3/4).

Di sisi lain, Ferdian mengatakan, peninggalan kebijakan yang baik oleh Ketua MK lama Arief Hidayat sebaiknya terus dipertahankan. Misalnya saja seperti penyebaran program-program MK ke seluruh perguruan tinggi hukum di Indonesia yang dilakukan secara merata.

"Upaya ini penting agar kesadaran konstitusional dapat muncul dari berbagai penjuru wilayah Indonesia. MK memiliki tanggung jawab pembangunan kesadaran konstitusional kepada seluruh stakeholder," ujar Pengajar Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta itu.[]