News

Anwar Ibrahim Ragu Kabinet Baru Malaysia Benar-benar Bersih


Anwar Ibrahim Ragu Kabinet Baru Malaysia Benar-benar Bersih
Anwar Ibrahim (The Thelegraph)

AKURAT.CO, Reformis Malaysia Anwar Ibrahim meragukan bahwa kabinet baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin bersih dari korupsi. Selain itu kabinet baru Malaysia juga dikritik lantaran kurangnya representasi kelompok minoritas dan perempuan.

“Saya juga ingin bertanya aspek apa saja yang dipertimbangkan oleh Komisi Antikorupsi Malaysia untuk menyatakan kabinet ini 'bersih',” tanya Anwar, dilansir laman SCMP.

Anwar merupakan pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) yang sekarang menjadi oposisi usai turunnya Mahathir Mohamad lantaran tak mendapat dukungan mayoritas parlemen. Turunnya Mahathir sempat menciptakan gejolak politik di Malaysia sampai akhirnya raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai PM baru.

Kabinet saat ini dinilai gemuk dengan 70 orang yang mengisi jabatan. Sebagai perbandingan, kabinet masa Mahathir hanya diisi 55 orang. Sehari setelah penunjukan, kabinet itu dikritik lantaran didominasi orang etnis Melayu. Pembentukan kabinet ini dinilai dilakukan dengan menciptakan jabatan-jabatan baru agar cukup untuk dibagi dengan partai-partai koalisi.

“Ada 70 pos termasuk perdana menteri, dibandingkan dengan 55 di pemerintahan PH di masa lalu. Ini adalah Kabinet tempat setiap orang mendapatkan bagiannya, ”kata Khalid Abdul Samad dari Partai Amanah Negara dalam sebuah pernyataan, dilansir laman Channel News Asia, Rabu (11/3).

Sebagian pengamat menilai prioritas Muhyiddin dalam menunjuk kabinet bukanlah keragaman atau kesetaraan gender, melainkan citra "bersih" lantaran skandal korupsi yang telah lama menodai bekas partai yang berkuasa, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Walaupun ia menggandeng sejumlah tokoh UMNO, tak satu pun dari tokoh tersebut yang terlibat skandal korupsi seperti eks PM Najib Razak yang merupakan tokoh kunci dalam skandal 1MDB.

Sebagai catatan, kabinet Muhyiddin hanya memiliki 5 menteri perempuan dan 4 wakil menteri perempuan, serta masing-masing satu menteri dari etnis Tionghoa dan India.[]