Olahraga

Antonsen: Kekalahan dari Indonesia akan Membekas Cukup Lama

Denmark berharap berjumpa Indonesia di final namun mereka harus berhadapan di semifinal.


Antonsen: Kekalahan dari Indonesia akan Membekas Cukup Lama
Pebulutangkis asal Denmark, Anders Antonsen, ketika bertanding menghadapi Jonatan Christie di semifinal Piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark, Sabtu (16/10). (BADMINTON PHOTO/Yohan Nonotte)

AKURAT.CO, Satu hal yang mungkin tak terlihat bagi pendukung Indonesia di Piala Thomas 2020 adalah betapa kecewanya tuan rumah Denmark karena gagal meraih gelar di tanahnya sendiri. Terutama setelah mereka disingkirkan Indonesia di semifinal di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Sabtu (16/10).

Perasaan tersebut disampaikan oleh dua pebulutangkis tunggal putra Denmark, Anders Antonsen dan Hans-Kristian Vittinghus, dalam tayangan bincang-bincang di saluran Youtube Antonsen. Bincang-bincang tersebut direkam sesaat setelah Indonesia mengalahkan China di final, Minggu (17/10).

“Saya tidak tahu harus memulai dari mana, perasaan saya campur aduk ketika saya memikirkan Piala Thomas ini,” ucap Antonsen. “Karena saat ini kekecewaan setelah kalah di semifinal melawan Indonesia tetap besar dan bakal melukai untuk waktu yang lama dan saya yakin tentang itu.”

Antonsen wajar menjadi orang yang paling kecewa karena pebulutangkis berusia 24 tahun ranking tiga dunia tersebut adalah pemain kunci yang membuat Indonesia melaju ke final. Diharapkan bisa mencuri angka di partai ketiga melawan Jonatan Christie, Antonsen harus kalah dengan skor 25-23, 15-21, dan 21-16 dalam durasi 100 menit.

Lebih dari itu, kekecewaan tersebut juga karena mereka adalah tuan rumah. Bagi Antonsen sendiri, Aarhus adalah kota kelahiran dan tempat ia tumbuh sementara pertandingan melawan Indonesia didukung penuh oleh pendukung Denmark yang memenuhi stadion.

“Tetapi pada saat yang sama saya juga bersyukur dengan kesempatan bermain di tanah sendiri bahkan lebih bagi saya karena ini adalah kota saya lahir dan tumbuh,” tutur Antonsen.

“Terutama semifinal kemarin melawan Indonesia adalah salah satu yang luar biasa, salah satu pengalaman tergila yang saya alami sejauh ini. Ya, turnamen tim ini punya sesuatu yang khas terutama di tanah sendiri.”

Adapun Vittinghus yang ditempatkan sebagai tunggal ketiga di partai pamungkas tak mendapat kesempatan tampil. Pasalnya, Indonesia sudah menyelesaikan pertandingan di partai keempat dengan keunggulan 3-1 selepas Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalahkan Mathias Christiansen/Frederik Soegaard.

“Setidaknya bagi saya itu adalah final impian, saya ingin melawan mereka (Indonesia) di final. Tetapi kita melawan mereka di semifinal dan kalah dalam pertarungan ketat,” kata Vittinghus.[]