Olahraga

Antonio Conte "Sang Pembangkit"

Antonio Conte mematahkan dominasi sepuluh tahun Juventus dengan meraih gelar scudetto untuk Inter Milan.


Antonio Conte
Antonio Conte terlihat melakukan selebrasi dengan pemain Inter Milan. ( TWITTER/@Inter)

AKURAT.CO, Sepuluh tahun yang lalu, Juventus melakukan perjudian dengan merekrut mantan pemainnya yang melatih klub kasta bawah Siena, Antonio Conte, untuk membawa klub kembali ke zona juara setelah masa sulit akibat skandal pengaturan skor yang dikenal dengan istilah “calciopoli”.

Juventus ketika itu memasuki musim kelima di Serie A sejak kembali dari Serie B pada 2007. Di tangan Conte, Juventus langsung merebut gelar juara dari tangan AC Milan dan sejak itu klub tersebut telah menjadi juara dalam sepuluh musim beruntun.

Bahwa Si Nyonya Tua–julukan Juventus–mendominasi Liga Serie A dalam sepuluh tahun terakhir pada akhirnya menjadi penantian semua pihak terhadap siapa yang akan mematahkan arah angina tersebut.

Di awal Mei, atau tepat setelah Atalanta hanya bisa bermain imbang 1-1 versus Sassuolo di pekan ke-34 Liga Serie A Italia 2020-2021 pada Minggu (2/5), perubahan itu akhirnya datang. Inter Milan menjadi juara Serie A pertama setelah sepuluh tahun dominasi Juventus.

Satu dekade berlalu dan akhirnya Conte juga yang berhasil melakukan perubahan. Ya, Inter menjadi juara Liga Serie A Terbaru bersama Conte yang datang ke klub tersebut sejak 2019 setelah menepi semusim selepas meninggalkan Chelsea pada 2018.

Pemilik Nerazzuri–julukan Inter–jelas tepat memilih Conte. Pasalnya, sejak mendarat ke Inter pada 2019, pelatih kelahiran Lecce, Italia, 31 Juli 1969 tersebut sukses membawa Inter menjadi penantang Juventus untuk scudetto dengan menjadi runner-up di dua musim pertamanya.

Dengan kata lain, gelar juara Serie A untuk Inter tahun ini menunjukkan bahwa Conte adalah tipe pelatih yang memiliki grafik naik. Dua musim sebagai runner-up dan di musim ketiga pelatih berusia 51 tahun tersebut membayar kepercayaan dengan gelar juara.

Di era sepakbola modern hari ini, pencapaian Conte bersama Inter menempatkan mantan Pelatih Tim Nasional Italia dalam jajaran pelatih yang nyaris tidak pernah gagal ketika melatih tim besar. Di Inggris saat ini, Conte layak disandingkan dengan Pep Guardiola.

Statistik menunjukkan hal tersebut. Di tiga klub terakhirnya, yakni Juventus, Chelsea, dan Inter, Conte selalu meraih gelar kompetisi domestik dengan total lima gelar (tiga bersama Juventus, satu bersama Chelsea, dan satu bersama Inter).

Kini, setelah sukses di Serie A, tinggal satu yang tersisa untuk Conte, yakni Liga Champions. Dengan lima gelar domestik dalam satu dekade, Conte layak untuk mengejar gelar Liga Champions pertamanya.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co