News

Antisipasi Pemudik Lolos Masuk DIY, RT/RW Diminta Lakukan Skrining

Upaya ini sebagai sekat terakhir setelah pengawasan di perbatasan provinsi


Antisipasi Pemudik Lolos Masuk DIY, RT/RW Diminta Lakukan Skrining
Petugas gabungan memeriksa kendaraan yang melintas di perbatasan DI Yogyakarta - Jawa Tengah di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (10/5/2020). Memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan petugas gabungan dari Dishub DIY, Polri, TNI dan Satpol PP memperketat pintu masuk DI Yogyakarta untuk mengantisipasi masuknya pemudik sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

AKURAT.CO, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji meminta pengurus RT atau RW di tiap-tiap wilayah memberlakukan skrining kesehatan terhadap para pemudik yang berhasil lolos selama aturan larangan mudik tahun ini. Upaya ini sebagai sekat terakhir setelah pengawasan di perbatasan provinsi.

"Jadi, begitu kita ketahui (ada pemudik) kita minta putar balik. Tapi, seandainya ada yang lolos maka akan kita skrining di RT/RW," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu (14/4).

Harapannya, para pemerintah desa atau RT/RW juga menyediakan lokasi karantina. Guna menampung para pemudik yang lolos tersebut.

Aji mengatakan, pihaknya tak akan mengandalkan Jawa Tengah yang berbatasan dengan DIY untuk menyaring pemudik. Dari Dinas Perhubungan serta Satpol PP tingkat provinsi maupun kabupaten/kota rencananya dikerahkan mendukung penyekatan oleh Polri.

"Ditlantas (Polda DIY) juga nanti akan melakukan pengamanan-pengamanan, pencegatan di perbatasan-perbatasan," tambah Aji.

Dirinya yakin, semakin banyak unsur yang dilibatkan dalam operasi penyekatan ini, maka pengawasan bisa selama 24 jam penuh. Sehingga, tidak cuma bersifat acak seperti yang sudah-sudah.

"Kita akan bergantian dengan petugas kabupaten/kota untuk melakukan sebanyak mungkin pencegatan-pencegatan yang ada di perbatasan, karena pemerintah sudah menetapkan bahwa mudik itu dilarang," tegasnya.

Pemerintah Pusat telah menerbitkan aturan larangan selama mudik Lebaran 2021 yang tertuang dalam Permenhub Nomor 13 Tahun 2021. Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Permenhub melarang operasional kendaraan sejak 6-17 Mei 2021 atau libur Lebaran. Kendati, aturan tersebut mengecualikan beberapa kendaraan atau warga yang diizinkan mudik, seperti perjalanan dinas, kendaraan dinas, atau perjalanan untuk kunjungan keluarga sakit dan meninggal.

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu