Tech

Antisipasi Lonjakan Trafik Selama Nataru, Ini yang Dilakukan 5 Operator Selular di Indonesia

Kenaikan tertinggi terjadi di region Jabodetabek dengan peningkatan 10 persen


Antisipasi Lonjakan Trafik Selama Nataru, Ini yang Dilakukan 5 Operator Selular di Indonesia
Antisipasi lonjakan trafik selama Nataru, lima operator selular di Indonesia lakukan penambahan kapasitas jaringan seluler. (XL Axiata)

AKURAT.CO, Dalam momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa operator selular di Indonesia memprediksi akan ada peningkatan trafik jaringan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masing-masing operator, seperti 3 Indonesia, Indosat Ooredoo, Smartfren, Telkomsel, dan XL Axiata melakukan optimalisasi dan penambahan kapasitas jaringan seluler mereka. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui website masing-masing operator selular, berikut ini rangkuman kesiapan jaringan dan layanan untuk menghadapi lonjakan trafik selama Nataru.

baca juga:

Tri Indonesia

Tri Indonesia memprediksi akan ada lonjakan trafik pada momen Nataru 2021. Lonjakan pada jaringan seluler ini diprediksi akan lebih besar dibandingkan lonjakan pada tahun 2020.

Untuk mengantisipasinya, Tri Indonesia telah meningkatkan kualitas jaringannya di sejumlah tempat yang diprediksi ramai pelanggan.

Selain itu, pihak Tri Indonesia juga menyediakan armada mobile Cells on Wheels (CoW) di tempat-tempat yang ramai tersebut. 

Tidak hanya itu, Tri Indonesia juga terus memantau seluruh aktivitas jaringan secara menyeluruh melalui Digital Network Operation Center (DNOC) dan mengahdirkan layanan pelanggan 3Care yang beroperasi selama 7 hari 24 jam.

Adapun lokasi yang diprediksi akan ramai pengguna jaringan seluler ini, yaitu mencakup beberapa jalan tol di area Bandung, Purwokerto, Pemalang, Banguntapan, Kartasura, jalur Surabaya - Gempol, jalur tol SUMO (Sumput – Gresik), dan Jembatan Suramadu.

Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo memprediksi kenaikan trafik data sebesar 20%-25% dibandingkan hari biasanya semala libur Nataru.

Peningkatan trafik jaringan internet tertinggi  diperkirakan terjadi di wilayah Bodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. 

Untuk mengantisipasi kenaikkan tersebut, Indosat menyiapkan kapasitas jaringan sebesar 44 PB (Petabyte) per hari.

Hal tersebut dilakukan untuk melayani puncak lalu lintas data dengan maraknya platform yang menyuguhkan konten video.

Secara nasional, memasuki awal libur Natal dan Tahun baru, Indosat juga mencatat sudah ada kenaikan traffic data sebesar 10%.

Selain menyiapkan kapasitas jaringan, Indosat Ooredoo juga mengaktifkan Command Center fisik terpusat.

Untuk memantau ketersediaan dan kualitas jaringan selama 24/7 yang didukung oleh Network Operation Center berbasis AI/ML (Artificial Intelligence/Machine Learning) dan otomatisasi. 

Operator selular yang satu ini menyiapkan peralatan dan dasbor yang digunakan untuk memantau status kinerja jaringan dan pengalaman digital pelanggan secara proaktif.

Bahkan, Command Center juga melakukan pemantauan proaktif terhadap area publik dan pemukiman yang diprediksi akan mengalami lonjakan traffic, seperti di tempat rekreasi, jalan utama, jalan tol, rest area, bandara, terminal bus, stasiun kereta api, dan tempat ibadah.

Smartfren

Smartfren memprediksi terjadi kenaikan traffic layanan internet dengan kenaikan tertinggi di wilayah permukiman.

Pada saat Natal, kenaikan traffic layanan internet secara nasional diprediksi mencapai 5 – 8 persen dibandingkan hari biasa. Kenaikan tertinggi terjadi di region Jabodetabek dengan peningkatan 10 persen.

Sementara, pada momentum tahun baru kenaikan trafik layanan internet diprediksi mencapai 10-15 persen dibandingkan hari biasa. Kenaikan tertinggi juga terjadi di region Jabodetabek persen dengan peningkatan 15 persen. 

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan tersebut, Smartfren telah melakukan peningkatan kapasitas jaringan hingga 15 persen secara nasional.

Sejumlah wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan kebutuhan layanan internet, seperti Jabodetabek dan Jawa Tengah juga telah mendapatkan peningkatan kapasitas jaringan hingga 20 persen lebih tinggi dari hari biasa.  

Selain itu, Smartfren juga menggunakan teknologi pada seluruh network-nya, yaitu multiple carrier, milimeter wave, small cell, 4×4 MIMO, Beam Forming, Full Duplex, serta 256 QAM.

Semua teknologi tersebut berperan untuk memberikan koneksi internet terbaik yang membuat pelanggan mendapat akses berkecepatan tinggi, stabil, dan mencapai jaringan 4G+. 

Telkomsel

Telkomsel memperkirakan trafik layanan data (payload) pada momen perayaan Natal 2021 akan mengalami peningkatan sebesar 8,38% dan malam Tahun Baru 2022 akan melonjak hingga 15,08%, dibandingkan hari biasa. Dengan total layanan data diprediksi mencapai 45.877 TB.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama momen Nataru kali ini, Telkomsel melakukan optimalisasi jaringan untuk kenyamanan konektivitas broadband 4G/LTE di 471 Point of Interest (POI) yang tersebar di seluruh Indonesia.

POI tersebut mencakup 124 area residensial, 266 area spesial (alun-alun dan pusat perbelanjaan), 5 rumah sakit utama penanganan COVID-19, 6 tempat ibadah, serta 70 titik strategis utama lainnya di tiap provinsi (meliputi titik jalur distribusi logistik seperti bandara, pelabuhan, stasiun, jalan raya utama, rest area, serta fasilitas umum lainnya).

Selain itu, Telkomsel juga mengoperasikan lebih dari 132.000 unit BTS 4G/LTE baru dengan tambahan 53 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), meningkatkan kapasitas gateway internet menjadi 7.262 Gbps, hingga memperkuat lebih dari 2.300 BTS USO berteknologi 4G/LTE di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dan perbatasan negara, serta melengkapi lebih dari 247.000 BTS Telkomsel yang sudah beroperasi di lebih dari 95% wilayah populasi di seluruh pelosok negeri.

Secara bertahap, Telkomsel juga akan terus  mengembangkan jaringan 5G, yang saat Ini telah dapat dinikmati di sejumlah titik tertentu di wilayah DKI Jakarta (Pondok Indah, Widya Chandra, Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, Menteng, dan kawasan Monas), Banten (BSD dan Alam Sutera), Bandung, Solo, Surabaya, Medan, Batam, Makassar, Balikpapan, dan Bali.

XL Axiata

XL Axiata juga memperkirakan selama momentum Nataru akan terjadi peningkatan trafik sekitar 5 - 10% dibandingkan kondisi normal hari biasa di bulan sebelumnya. 

Pada tahun-tahun sebelum adanya Pandemi Covid-19, di sepanjang libur akhir tahun trafik layanan, terutama data selalu meningkat secara signifikan.

Namun, selama dua tahun terakhir, trafik data hanya meningkat sekitar 3% dibandingkan trafik hari normal di bulan sebelumnya.  

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, XL Axiata telah menyiapkan jaringan dengan kapasitas sebesar 2x lipat dari hari normal.

Mereka juga sudah mengidentifikasi kota-kota yang rawan dengan lonjakan trafik, selain juga fokus di area residensial. Kota-kota tersebut, yaitu Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Malang, Bandar Lampung, hingga Palembang di jalur Jawa ke Sumatera.

Apabila terjadi kepadatan di suatu area, XL Axiata sudah menyiapkan rekayasa pengalihan atau pemecahan trafik.

Dengan begitu, lonjakan trafik di suatu lokasi tidak akan menyebabkan penurunan kualitas layanan kepada pelanggan. 

Sementara itu, untuk melayani pelanggan yang membutuhkan dukungan selama masa libur panjang akhir tahun, tim layanan pelanggan XL Axiata juga telah siap.

Mereka memastikan pelanggan dapat terlayani secara maksimal dengan menyediakan sekitar 500 petugas layanan contact pelanggan. Baik melalui layanan call center, maupun layanan digital care. Layanan kepada pelanggan ini bisa diakses selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan.[]