Ekonomi

Antisipasi Covid-19, KKP Siapkan Sarana Media Penjualan Ikan Secara Daring


Antisipasi Covid-19, KKP Siapkan Sarana Media Penjualan Ikan Secara Daring
Aktivitas pedagang saat menunggu pembeli di Pasar Ikan Moderen Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019). Berdasarkan data Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, setiap harinya, PPI Muara Baru memasarkan sekitar 400 ton ikan dengan nilai omzet rata-rata sekitar Rp 8-10 miliar. Ikan-ikan ini berasal dari wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur (sepanjang pantai utara Jawa). Ikan ini didominasi oleh jenis ikan laut yaitu kembung, cumi, tongkol, k (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan berbagai langkah antisipatif dalam rangka menangani dampak wabah Virus Corona baru atau COVID-19 terhadap sektor kelautan dan perikanan, antara lain dengan menyiapkan penjualan ikan secara daring atau online.

"Jalan keluar terhadap akses pemasaran lainnya melalui penyiapan sarana media penjualan ikan secara online," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, saat rapat kerja yang dilakukan secara virtual dengan Komisi IV DPR Republik Indonesia di Jakarta, Senin.

Pihaknya telah mendata estimasi produksi perikanan tangkap dan perikanan budi daya selama April-Juni 2020 serta berbagai infrastruktur cold storage yang tersebar di Indonesia.

Penguatan lainnya, menurut dia, adalah program "Bulan Bakti Perikanan: Lawan Corona dengan Makan Ikan".

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR RI Sudin tersebut, Menteri Edhy mengusulkan sejumlah paket stimulus ekonomi seperti, pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dapat memasukkan produk pangan berupa ikan segar dan produk olahan ikan sebagai salah satu bahan pokok penting yang dapat diakses oleh masyarakat penerima melalui e-waroeng.

Edhy Prabowo juga meminta gubernur, bupati, walikota, bisa memasukkan produk-produk perikanan dalam program-program perlindungan sosial ke masyarakat yang dilaksanakan melalui APBD.

Selanjutnya, ia mengusulkan agar pemerintah maupun BUMN bisa melakukan pembelian ikan hasil tangkapan nelayan dan pembudidaya serta produk-produk UKM yang tidak terserap pasar.

Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengemukakan tujuan dari pelaksanaan hal tersebut adalah agar bisa membantu keberlanjutan usaha di masa pandemi COVID-19.

Ia mengaku terbuka untuk meningkatkan dana penanganan dampak COVID-19 dan meminta waktu untuk kembali melakukan penyisiran di pagu anggaran KKP 2020.

Sebelumnya KKP mengajak berbagai pemerintahan daerah untuk berkolaborasi memenuhi gizi warga yang ada di berbagai daerah dengan menggencarkan program gemar makan ikan guna memerangi COVID-19.

"Saya berharap semua Pemerintah Daerah mendukung program Gemarikan Peduli Bencana Covid-19, menjadi sebuah gerakan kemanusiaan sekaligus mengkampanyekan makan ikan untuk pemenuhan gizi keluarga," kata Edhy.

Melalui program Gemarikan Peduli Bencana COVID-19, ia mengajak kepala daerah untuk berkolaborasi dalam hal pemenuhan gizi sehingga masyarakat bisa semakin kuat untuk menangkal Virus Corona.[]

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co