Olahraga

Anthony Ginting, Ujung Tombak Pengisi Gap 17 Tahun

Anthony Ginting adalah atlet tunggal putra pertama Indonesia yang meraih medali olimpiade sejak Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro di Athena 2004.


Anthony Ginting, Ujung Tombak Pengisi Gap 17 Tahun
Pebulutangkis tunggal putra asal Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok kepada lawan asal Denmark Viktor Axelsen dalam pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Anthony Sinisuka Ginting menang dengan skor 22-20 dan 21-11. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Setelah era Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso, tak pelak sektor tunggal putra bulutangkis nasional harus menunggu lama untuk mendapatkan generasi sampai pada era Anthony Sinisuka Ginting. Bersama Jonatan Christie dan Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Ginting dipaksa tumbuh lebih cepat untuk menutupi "gap" regenerasi.

Hal tersebut disampaikan Anthony Ginting ketika merefleksikan perjalanannya sampai mendapat medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Enam tahun lalu, Anthony Ginting padahal menjalani debut di Indonesia Terbuka sebagai atlet daftar tunggu pada usia 18 tahun.

"Saat itu (2015) dilihat dari hal dan aspek apapun, saya, Jonatan dan Ihsan memang belum siap menjadi ujung tombak. Beruntung kami punya pelatih seperti Koh Hendry (Saputra) yang bisa mendorong untuk naik level," ucap Anthony Ginting di Jakarta, Kamis (12/8), sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.

"Kalau bisa dibilang ya sangat keras didikan dan latihannya dari fisik, mental, dan semuanya. Karena kan memang harus cepat perkembangannya untuk bersaing di turnamen-turnamen level atas. Jadi waktu itu kami ditempa untuk tidak memikirkan menang atau kalah. Yang kami pikirkan adalah latihan dan pertandingan. Puji Tuhan sekarang sedikit-sedikit bisa sampai di titik ini."

Anthony saat ini bisa dibilang menjadi pemain terdepan sektor tunggal putra yang pelan-pelan mampu menempatkan diri di sektor atlet. Di kancah olimpiade misalnya, sejak Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro yang meraih emas dan perunggu di Olimpiade Athena 2004, baru Anthony pebulutangkis tunggal putra yang meraih medali di olimpiade pada Olimpiade Tokyo 2020 yang belum lama berlalu.

Menjalani debut olimpiade di Tokyo dengan meraih perunggu, atlet asal Cimahi, Jawa Barat, berusia 24 tahun tersebut masih punya ambisi yang lebih besar. Jika benar demikian, di Olimpiade Paris 2024 Anthony berarti bersiap mencari tiket ke final karena di Tokyo ia terhenti di semifinal.

"Masih banyak yang mau dicapai! Ini olimpiade saja baru perunggu, Asian Games juga perunggu. Saya masih mau lebih lagi. Bukan cuma di multievent tapi di seluruh turnamen yang saya akan ikuti. Mudah-mudahan saya bisa berkesempatan tampil di Olimpiade Paris 2024 nanti," kata Anthony.

Sejauh ini, Anthony berada di ranking lima dunia dengan tiga gelar BWF World Tour (dulu disebut Super Series). Posisi terbaiknya adalah ranking tiga dunia pada Februari 2020 setelah meraih gelar Indonesia Masters di tahun yang sama.

Torehan terbaiknya adalah ketika menjadi juara China Terbuka 2018 di mana dalam perjalanan menuju podium utama Anthony mengalahkan Lin Dan, Viktor Axelsen, Chen Long, Chou Tien-Chen, dan menaklukkan pemain ranking satu dunia asal Jepang, Kento Momota di partai puncak.[]