Olahraga

Anthony Ginting Ternyata Sempat Sulit Tidur Sebelum Laga Perebutan Perunggu

Setelah 17 tahun, Anthony Ginting tampil sebagai tunggal putra pertama yang mampu mempersembahkan medali lagi untuk Merah Putih.


Anthony Ginting Ternyata Sempat Sulit Tidur Sebelum Laga Perebutan Perunggu
Anthony Sinisuka Ginting (kanan) mendapatkan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 usai menundukkan perlawanan wakil Guatemala, Kevin Cordon. (NOC Indonesia)

AKURAT.CO, Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting menutup penampilan Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dengan manis. Ginting berhasil menyumbangkan medali terakhir untuk Merah Putih.

Pemuda kelahiran 20 Oktober 1996 ini merebut medali perunggu pada debutnya di pesta olahraga paling prestisius se-dunia tersebut dengan mengalahkan wakil Guatemala, Kevin Cordon lewat straight set 21-11, 21-13 di Musashino Forest Sport Plaza, Senin (2/8).

Sebelum laga tersebut, Anthony Ginting bahkan mengakui dirinya sempat tidak bisa tidur jelang laga menghadapi Cordon. Beruntung, pebulu tangkis 24 tahun itu mampu melewati laga dengan baik.

“Semalam sempat sulit tidur terus saya mecoba menenangkan diri dengan berdoa. Puji Tuhan, saya bisa tampil dengan baik,” kata Anthony Ginting kepada tim NOC Indonesia.

“Yang pasti, ada banyak yang harus ditingkatkan. Setelah tak berhasil maju ke final, saya mencoba dan berusaha bangkit. Laga ini juga berarti bagi saya, karena ini menjadi medali terakhir dari bulu tangkis yang diperebutkan Indonesia di Olimpiade Tokyo.”

Medali perunggu Anthony memiliki arti spesial di sektor tunggal putra. Setelah 17 tahun, Anthony tampil sebagai tunggal putra pertama yang mampu mempersembahkan medali lagi untuk Merah Putih.

Sejak Taufik Hidayat mendapat emas di Olimpiade 2004 Athena, belum ada lagi wakil dari tunggal putra yang bisa menjejak semifinal. Anthony Ginting bersyukur bisa menjadi penyumbang medali bagi Indonesia. Total, bulu tangkis meraih dua medali.

Anthony mengaku cukup sedih karena belum melangkah ke final,  tetapi ia merasa capaiannya di Olimpaide menjadi pembelajaran bagus. Sebab, ia bisa belajar bagaimana caranya mengatur pikiran, mental, teknik, serta aspek-aspek  lain.

“Sejak awal persiapan juga berusaha fokus dan tenang, berusaha untuk meminimalisasi kesalahan,” ujar pebulutangkis yang juga akrab disapa Ginting itu.

Selain perunggu yang diperoleh Ginting, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga berhasil mengukir sejarah besar dengan merengkuh medali emas Olimpiade Tokyo 2020 usai menumbangkan Chen Qingchen,/Jia Yifan (China) dengan skor 21-19, 21-15.

Dengan raihan ini, Indonesia mampu mengumpulkan total lima medali, dengan rincian satu emas, satu perak dan tiga perunggu. Satu perak dan dua perunggu disumbangkan dari cabang angkat besi.[]