Olahraga

Anthony Ginting: Chen Long Berusaha tidak Mengangkat Shuttlecock

Selepas kekalahan dari Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting berpeluang meraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dengan menghadapi Kevin Cordon.


Anthony Ginting: Chen Long Berusaha tidak Mengangkat Shuttlecock
Ekspresi Anthony Sinisuka Ginting saat gagal mencetak poin saat menghadapi unggulan pertama asal Denmark, Viktor Axelsen pada Final BWF World Tour 2020 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Rabu (27/1) (BADMINTON PHOTO)

AKURAT.CO, Atlet bulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mengatakan faktor kekalahannya dari Chen Long di semifinal Olimpiade Tokyo 2020 salah satunya karena lawan asa China tersebut bermain dengan cara berbeda dari pertemuan sebelumnya.

“Menurut saya, Chen Long bermain berbeda hari ini ketimbang pertemuan kami sebelumnya. Dia berusaha untuk tidak terlalu banyak mengangkat shuttlecock, jadi itulah mengapa dia bisa mengendalikan pertandingan dari awal sampai akhir,” kata Anthony Ginting sebagaimana dipetik dari laman BWF.

“Dia tidak melakukan banyak kesalahan. Dia adalah pemain yang sangat fokus.”

Bertanding di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (1/8), Anthony menyerah 21-16 dan 21-11 dalam waktu 56 menit. Atlet berusia 24 tahun tersebut mengaku kecewa karena setelah perjalanan sulit ke semifinal ia gagal ke partai puncak.

“Saya kecewa karena tidak mudah untuk sampai ke tahap ini–semifinal olimpiade tapi ya begitulah. Bakal ada yang menang dan yang kalah tetapi saya harus bangkit secepat mungkin karena besok saya masih punya satu pertandingan lagi (memperebutkan medali perunggu),” kata Anthony.

Di perebutan medali perunggu, Anthony akan menghadapi pemain kejutan asal Guatemala, Kevin Cordon. Cordon terhenti di semifinal setelah dikalahkan pemain terbaik Denmark, Viktor Axelsen.

“Saya harus berpikir tentang besok dan akan ada harapan lebih bagi saya untuk mendapatkan medali,” kata Anthony.

“(Perunggu) akan sangat berarti bagi saya. Ini olimpiade pertama saya, saya berusaha keras. Untuk mencapai fase (semifinal) ini adalah impian yang terwujud jadi saya tidak mau kehilangan peluang. Saya bakal berusaha memulihkan kebugaran, tetap fokus dan menikmati momen.”

Chen Long sendiri sedang di ambang penyamaan rekor seniornya, Lin Dan, di Tokyo tahun ini. Jika berhasil mengalahkan Axelsen di partai final besok, Chen Long akan menyamai rekor Lin Dan yang berhasil merebut dua medali emas nomor tunggal putra olimpiade.

Indonesia sendiri mengharapkan emas terakhir di nomor ganda putri melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Greysia/Apriyani akan menghadapi duet asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan, di partai final yang juga akan diselenggarakan besok.[]