News

Anthony Albanese Jadi Perdana Menteri Baru Australia, Dukung Aliansi Pertahanan AS dan Inggris

Anthony Albanese dan Partai Buruh menggulingkan koalisi Scott Morrison untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.


Anthony Albanese Jadi Perdana Menteri Baru Australia, Dukung Aliansi Pertahanan AS dan Inggris
Berhasil merebut jabatan perdana menteri Australia, Anthony Albanese berjanji untuk menyatukan masyarakat, berinvestasi dalam layanan sosial, dan mengakhiri 'perang iklim'. (BBC)

AKURAT.CO Untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, Partai Buruh memenangkan Pemilu Australia. Dengan demikian, Anthony Albanese menjadi perdana menteri terpilih dan menggulingkan koalisi Scott Morrison. Namun, masih belum pasti apakah pemimpin kiri-tengah tersebut berhasil mengamankan mayoritas.

Dilansir dari BBC, Albanese berjanji untuk menyatukan masyarakat, berinvestasi dalam layanan sosial, dan mengakhiri 'perang iklim'.

"Tim Buruh saya akan bekerja setiap hari untuk menyatukan rakyat Australia. Saya akan memimpin pemerintahan yang layak bagi rakyat Australia," ucapnya dalam pesta kemenangan Partai Buruh di Sydney pada Sabtu (21/5).

baca juga:

Mulai dengan mengakui Aborigin dan Pribumi Selat Torres (Torres Strait Islander), pria 59 tahun ini menegaskan kembali komitmennya untuk mengadakan referendum Voice to Parliament, sebuah badan penasihat Pribumi, selama 3 tahun masa jabatannya. Ia pun menceritakan asal-usulnya yang sederhana, yaitu sebagai putra dari seorang ibu tunggal yang merupakan pensiunan disabilitas. Ia pun tumbuh di lingkungan biasa.

Sebagai salah satu politisi terlama di Australia, Albanese menjabat sebentar sebagai wakil perdana menteri Kevin Rudd pada 2013. Ia telah lama menjadi favorit di partai sayap kirinya. Namun, sejak menjadi pemimpin oposisi pada 2019, ia memosisikan dirinya lebih ke tengah.

Albanese mengaku sangat mendukung aliansi pertahanan Aukus dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Ia juga berharap menjadi pemimpin dunia dalam aksi iklim.

Pemimpin Partai Buruh ini pun akan terbang ke Tokyo pada Senin (23/5) untuk menghadiri KTT dengan para pemimpin Jepang, India, dan AS. Karena akan mewakili Australia sebagai perdana menteri, ia akan dilantik secepatnya, mungkin paling cepat pada Minggu (22/5).

Di sisi lain, dukungan juga melonjak bagi Partai Hijau dan kandidat independen yang mencalonkan diri di platform iklim. Mereka dapat menggunakan pengaruh yang lebih besar jika Partai Buruh gagal mengamankan 76 kursi majelis rendah untuk memerintah dengan haknya sendiri.

Politik Australia biasanya didominasi oleh Partai Buruh dan koalisi Liberal-Nasional. Masing-masing pihak harus memenangkan setidaknya 76 dari 151 kursi parlemen untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

Berdasarkan hasil hitung cepat ABC pada Sabtu (21/5), Partai Buruh baru mengamankan 72 kursi, sedangkan Koalisi meraih 55 kursi.[]