Ekonomi

Antam Klaim Telah Reklamasi Lahan Bekas Tambang Sampai 16 Hektare di Kalbar

Anas mengatakan reklamasi lahan tambang ini sebagai bentuk upaya perusahaan mengikuti regulasi dari pemerintah. Selengkapnya klik di sini.


Antam Klaim Telah Reklamasi Lahan Bekas Tambang Sampai 16 Hektare di Kalbar
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (Shutterstock)

AKURAT.CO Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kalimantan Barat hingga tahun 2022 telah melakukan reklamasi bekas tambang seluas 16 hektare. 

General Manager Antan UBP Bauksit Kalimatan Barat Anas Safriatna mengatakan, hal tersebut dilakukan dengan menghijaukan kembali areal bekas tambang dengan menanam jambu hutan. Reklamasi tersebut dilakukan pada 2018 dengan menanamkan 8.063 pohon. 

"Sekarang ini kami kembangkan tanaman endemik seperti jambu hutan," ujar Anas saat ditemui, Jumat (23/9/2022).

baca juga:

Anas mengatakan reklamasi lahan tambang ini sebagai bentuk upaya perusahaan mengikuti regulasi dari pemerintah. Lahan yang ditambang merupakan hutan, harus dikembalikan seperti semula. 

"Reklamasi ini tujuannya mengikuti regulasi, tadinya hutan, kita kembalikan lagi dengan hutan," ujarnya. 

Adapun anggaran yang harus disiapkan Antam untuk penghijauan mencapai Rp350 juta per hektarenya. Dengan anggaran yang tidak kecil tersebut, perseroan tetap akan mengikuti regulasi yang dibuat pemerintah.

"Penghijauan ini memang tidak murah tapi kami komitem untuk mengembalikannya menjadi hijau lagi," ungkapnya.

Lanjutnya, di setiap tahun target reklamasi bekas lahan tambang disesuaikan dengan target produksi tahunan. Sebagai contoh jika tahun ini target produksinya 1,8 juta ton bauksit, maka membutuhkan bukaan lahan seluas 50 hektare. 

Dari 50 hektare tersebut, jika sudah dieksplorasi, maka harus dikembalikan menjadi bentuk semula. Namun, biasanya yang dikembalikan menjadi lahan hijau tidak murni sesuai lahan yang ditambang. 

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi