Olahraga

Ansu Fati dan Pedri Ukir Sejarah di Liga Champions Eropa

Ansu Fati adalah pemain pertama yang mencetak lebih dari satu gol di Liga Champions saat usia belum genap 18 tahun.


Ansu Fati dan Pedri Ukir Sejarah di Liga Champions Eropa
Ansu Fati saat merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Villareal di Stadion Camp Nou, Barcelona, Katalunya, Minggu (29/9). (REUTERS/Albert Gea)

AKURAT.CO, Kemenangan Barcelona atas tim tamu Ferencvaros di laga pertama penyisahan Grup G Liga Champions Eropa musim ini diwarnai rekor dua pemain mudanya. Kedua pemain itu adalah Ansu Fati dan Pedri.

Ansu Fati dan Pedri mencetak masing-masing satu gol di pertandingan yang berlangsung di Stadion Camp Nou, Rabu (21/10) dini hari tersebut. Mereka membantu Barcelona menang, 5-1, atas tim lawan.

Torehan gol tersebut membuat Ansu Fati dan Pedri mencetak sejarah di Liga Champions Eropa. Mereka menjadi  dua pemain pertama berusia 17 tahun dalam sejarah kompetisi yang berhasil mencetak gol di laga yang sama untuk klub yang sama.

Adapun bagi Ansu Fati ini adalah gol keduanya bersama Barcelona di ajang Liga Champions Eropa. Satu gol lainnya ditorehkan Fati untuk Barcelona di kompetisi musim sebelumnya.

Catatan ini membuat Ansu Fati menjadi pemain pertama yang mencetak lebih dari satu gol di kompetisi Liga Champions saat usianya belum genap 18 tahun.

Tiga gol lainnya bagi Barcelona di laga melawan Ferencvaros masing-masing dicetak oleh Lionel Messi dari titik putih, Philippe Coutinho, dan Dembele. Kemenangan ini otomatis membawa Barcelona menguasai klasemen grup.

Di belakang Barcelona menjadi milik Juventus setelah kemenangan atas Dynamo Kiev. Di pertandingan kedua fase grup tengah pekan depan, Barcelona akan mengujungi markas Juventus di Allianz Stadium, Kamis (29/10).

Pertandingan tersebut akan menjadi reuni menarik antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kedua superstar ini belum pernah saling berhadapan lagi sejak Ronaldo meninggalkan Real Madrid 2018 lalu.

Juventus dan Barcelona lebih diunggulkan untuk lolos dari fase grup. Pasalnya, di atas kertas kedua lawan mereka sama sekali tidak difavoritkan jika melihat ketimpangan skuat di antara mereka.