Rahmah

Anjuran Menyembelih Hewan Kurban, Lengkap Dalil dan Artinya

Tujuan menyembelih hewan kurban adalah sebagai upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT


Anjuran Menyembelih Hewan Kurban, Lengkap Dalil dan Artinya
Ilustrasi kambing kurban (pixabay.com)

AKURAT.CO Salah satu anjuran bagi setiap muslim ketika memasuki bulan Dzulhijjah adalah menyembelih hewan kurban. Tujuannya adalah sebagai upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kata kurban sendiri secara bahasa adalah mendekatkan.

Pelaksanaan kurban dilakukan sejak pagi setelah salat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai kedua hari berikutnya, yaitu 11 dan 12 Dzulhijjah. Dalam Islam tiga hari ini juga dikenal dengan hari tasyrik.

Hukum menyembelih hewan kurban adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri selalu melaksanakan anjuran ini sejak disyariatkannya sampai beliau wafat. Salah satu dalil anjuran ini adalah firman Allah SWT berikut,

baca juga:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka kerjakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar [108]: 2)

Kata “kurbankanlah” pada ayat di atas menujukkan adanya perintah dengan status sunnah muakkadah atau anjuran yang kuat.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang tunduk (patuh) pada Allah.” (QS. Al-Hajj [22]: 34)

Sementara dalil dari hadis-hadis Nabi juga banyak, salah satunya adalah sabda Rasulullah SAW berikut,

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا  

Artinya, “Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, ‘Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.’” (HR Tirmidzi)

Hadis ini menujukkan anjuran berkurban bagi umat muslim pada bulan Dzulhijjah, juga dikatakan bahwa ibadah tersebut paling dicintai oleh Allah SWT.

Pahala yang akan diperoleh bagi orang yang menyembelih hewan kurban adalah kelak di akhirat hewan tersebut akan menjadi pahala yang nilainya sangat banyak.[]