Lifestyle

Anji Narkobaan, Begini Ciri-ciri Pengguna Ganja

Pengguna ganja umumnya terlihat seperti orang depresi dengan ciri muka yang selalu mengantuk, suka menyendiri, anti sosial, tak peduli dengan penampilan.


Anji Narkobaan, Begini Ciri-ciri Pengguna Ganja
Anji saat ditangkap polisi karena narkoba (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Erdian Aji Prihartanto alias Anji ditangkap karena dugaan menggunakan ganja pada Jumat, (11/6/2021). Anji ditangkap di salah satu studionya, di kawasan Cibubur sekitar pukul 19.30 WIB.

Ganja alias cannabis sativa adalah tumbuhan budidaya penghasil serat. Namun, ganja lebih dikenal sebagai psikotropika karena mengandung tetrahydrocannabinol (THC), yakni senyawa kimia yang dapat memberikan efek pada orang yang mengonsumsinya. Ya, THC yang ada dalam ganja akan membuat pemakainya mengalami euforia berupa rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab.

Dilansir dari situs resmi Badan Narkotika Nasional (BNN), ganja masuk dalam jenis narkotika golongan I, dan merupakan salah satu jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan di Indonesia. Meskipun dianggap lebih ringan dari narkotika jenis lainnya, ganja bisa menyebabkan kecanduan dan masalah kesehatan bila dikonsumsi terlalu banyak.

Apakah ciri-ciri pengguna ganja bisa diketahui secara kasat mata?

Tak mudah untuk mengetahui ciri-ciri pengguna ganja. Namun, umumnya mereka terlihat seperti orang depresi dengan ciri muka yang selalu mengantuk, suka menyendiri, anti sosial, tak peduli dengan penampilan.

Biasanya juga, terjadi perubahan sifat yang drastis. Pada orang dengan kondisi sudah kecanduan berat, efek yang ditimbulkan ganja menjadi lebih parah yakni sering berhalusinasi.

Pengguna ganja biasanya menunjukkan sejumlah perubahan fisik, psikologis dan prilaku seperti berikut : 

  • Mata merah dan pupil mata yang mengecil atau membesar.
  • Tidak peduli terhadap penampilan sehingga sering terlihat berantakan.
  • Penurunan atau peningkatan berat badan yang drastis dalam waktu singkat.
  • Mengalami kejang tanpa adanya riwayat epilepsi.
  • Sulit atau tidak bisa tidur.
  • Mudah marah atau perubahan suasana hati secara tiba-tiba.
  • Menjadi tertutup dan seperti merahasiakan sesuatu.
  • Tingkat energi rendah.
  • Aktivitas berkurang.
  • Sulit konsentrasi.
  • Tidak memiliki motivasi dan tampak lesu.

Pada dasarnya, setiap jenis narkoba yang digunakan pun memiliki efek berbeda-beda pada tubuh. Oleh sebab itu, tanda-tanda seseorang kecanduan narkoba pun akan berbeda-beda tergantung zat yang digunakan. Meski begitu, tak ada salahnya kita mengetahui ciri-ciri pengguna narkoba secara umum:

Berikut AKURAT.CO rangkum  ciri-ciri pengguna narkoba menurut BNN

  1. Jika diajak bicara jarang mau kontak mata.
  2. Bicara pelo/cadel.
  3. Jika keluar rumah, sembunyi-sembunyi.
  4. Keras kepala/susah dinasehati.
  5. Sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia buat.
  6. Tidak konsisten dalam berbicara (mencla-mencle).
  7. Sering mengemukan alasan yang dibuat-buat.
  8. Sering bohong.
  9. Sering mengancam, menantang atau sesuatu hal yang dapat menimbulkan kontak fisik atau perkelahian untuk mencapai keinginannya.
  10. Berbicara kasar kepada orangtua atau anggota keluarganya.
  11. Semakin jarang mengikuti kegiatan keluarga.
  12. Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya.
  13. Teman sebayanya makin lama tampak mempunyai pengaruh negatif.
  14. Mulai melalaikan tanggung jawabnya.
  15. Lebih sering dihukum atau dimarahi.
  16. Bila dimarahi, makin menjadi-jadi dengan menunjukan sifat membangkang.
  17. Tidak mau memedulikan peraturan di lingkungan keluarga.
  18. Sering pulang larut malam.
  19. Sering pergi ke diskotek, mal atau pesta.
  20. Menghabiskan uang tabungannya atau selalu kehabisan uang.
  21. Barang-barang berharga miliknya atau milik keluarga yang dipinjam hilang dan sering tidak dilaporkan.
  22. Sering merongrong keluarga untuk meminta uang dengan berbagai alasan.
  23. Selalu meminta kebebasan yang lebih.
  24. Waktunya di rumah banyak dihabiskan di kamar sendiri atau kamar mandi.
  25. Jarang mau makan atau berkumpul bersama keluarga.
  26. Sikapnya manipulatif.
  27. Emosi tidak stabil atau naik turun.
  28. Berani berbuat kekerasan atau kriminal.
  29. Ada obat-obatan, kertas timah, bong (botol yang ada penghisapnya) maupun barang-barang aneh lainnya (aluminium foil, jarum suntik, gulungan uang/kertas, dll), bau-bauan yang tidak biasa (di kamar tidur atau kamar mandi).
  30. Sering makan permen karet atau permen mentol untuk menghilangkan bau mulut.
  31. Sering memakai kacamata gelap dan atau topi untuk menutupi mata telernya.
  32. Sering membawa obat tetes mata.
  33. Omongannya basa-basi dan menghindari pembicaraan yang panjang.
  34. Mudah berjanji, mudah pula mengingkari dengan berbagai alasan.
  35. Teman-teman lamanya mulai menghindar.
  36. Pupusnya norma atau nilai yang dulu dimiliki.
  37. Siklus kehidupan menjadi terbalik (siang tidur, malam melek/keluyuran).
  38. Mempunyai banyak utang serta mengandalkan barang-barang atau menjual barang-barang.
  39. Bersikap aneh atau kontradiktif (kadang banyak bicara, kadang pendiam sensitif).
  40. Paraniod (ketakutan, berbicara sendiri, merasa selalu ada yang mengejar
  41. Tidak mau diajak berpergian bersama yang lama (keluar kota, menginap)
  42. Sering tidak pulang berhari-hari
  43. Sering keluar rumah sebentar kemudian kembali ke rumah
  44. Tidak memperbaiki kebersihan/kerapihan diri sendiri (kamar berantakan, tidak mandi)
  45. Menunjukan gejala-gejala ketagihan (demam, pegal-pegal, menguap, tidak bisa tidur berhari-hari, emosi labil)
  46. Sering meminta obat penghilang rasa sakit dengan alasan demam, pegal, lisu, atau obat tidur dengan alasan tidak bisa tidur
  47. Mudah tersinggung
  48. Berubah gaya pakaian dan musik yang disukai
  49. Meninggalkan hobi-hobi yang terdahulu
  50. Motivasi sekolah menurun (malas berangkat sekolah, mengerjakan PR, atau tugas sekolah)
  51. Di sekolah sering keluar kelas dan tidak kembali lagi
  52. Sering memakai jaket (untuk menutupi bekas suntikan, kedinginan, dll)
  53. Sering menunggak uang sekolah atau biaya-biaya lainnya

Ingat, tidak semua pengguna memiliki ke-53 poin diatas. Bisa beberapa poin di antaranya yang mewakili seorang pengguna. Selain itu, ciri-ciri diatas tidak mutlak, namun hanya ciri secara umum saja. 

Masyarakat diharapkan peka dengan ciri-ciri tersebut. Sebab, dengan mengetahui ciri-ciri ini masyarakat bisa membantu pengguna untuk mendapatkan penanganan profesional. Selain itu, masyarakat pun bisa melakukan langkah antisipasi agar tidak ikut terjerat seperti pengguna. 

Cara mengatasi kecanduan narkoba

Beberapa orang yang telah mengonsumsi  ganja dalam waktu yang lama dan kecanduan tentunya akan kesulitan untuk berhenti. Oleh sebab itu, pengguna diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk mencari bantuan, seperti menjalani rehabilitasi, bergabung dengan komunitas, dan terapi.

Untuk menentukan penanganan yang tepat, maka dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga profesional.[]