Entertainment

Anji Pesan Narkoba dari Amerika Serikat, Begini Tanggapan Bea Cukai

Pihak Bea Cukai angkat bicara terkait Anji yang pesan narkoba di Amerika Serikat


Anji Pesan Narkoba dari Amerika Serikat, Begini Tanggapan Bea Cukai
Anji saat mengikuti proses perilisan penangkapannya di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (16/6) (Akurat.co, Agussalim)

AKURAT.CO, Penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji ditangkap polisi karena narkoba di Kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada Jum'at (11/6) lalu.

Polisi mengamankan ganja dengan barang bukti narkotika jenis ganja secara keseluruhan dengan berat brutto 30 gram dari Anji. Anji mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari Amerika Serikat.

Ia membelinya secara online, yang dibantu oleh temannya yang hingga saat ini masih berstatus DPO lewat website @megamarijuanastore.com. Mengenai lolosnya ganja sehingga bisa sampai ke Indonesia, pihak Bea Cukai pun angkat bicara.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Kemenkeu, Syarif Hidayat mengatakan Bea Cukai tidak bisa mengontrol setiap barang yang masuk ke Indonesia secara detail.

"Kita harus lihat dulu dari 3 sampai 4 tahun terkahir, bahwa saat ini kita sudah hidup diera internet, diera website. Perdagangan juga termasuk satu sisi yang berubah sedemikian drastis," ujar Syarif Hidayat di kantornya, Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (17/6).

Syarif Hidayat menjelaskan, barang haram yang masuk di Indonesia setiap tahun semakin bertambah volumenya. Perkembangan teknologi digital juga menjadi hambatan sehingga pihaknya tidak bisa mengontrol peredaran narkoba yang masuk di Indonesia secara maksimal.

"Kita dapat sampaikan soal barang kiriman saja ya, e-commerce di Indonesia di tahun 2017 itu hanya 6.1 juta paket yang diperdagangkan melalui internet. Di tahun 2018 meningkat hampir 20 juta paket, 2019 mencapai 58 juta paket. Di tahun 2020 datanya lebih tinggi dari ini," jelasnya.

"Data ini menunjukan perkembangan terakhir, perdagangan itu naik, bergeser ke arah e-commerce. Nah kesulitan ini bahwa e-commerce kan pedagangnya bisa jadi ada di mana-mana, termasuk luar negeri, kita nggak bisa mem-verifikasi secara langsung pedagang tersebut. Keberadaan mereka betul-betul berada di dalam dunia maya," lanjutnya.

Meskipun dirasa sulit memonitoring barang-barang yang masuk di negeri ini, namun Bea Cukai tidak kehilangan cara. Pihaknya selalu bekerja keras untuk bisa semaksimal mungkin meminimalisir barang terlarang masuk ke Indonesia.

"Tatapi kita tidak kehilangan cara, kita melakukan web crawling, kita melakukan pengawasan pedagang melalui internet melalui web crawling. Kita sisir hal-hal dari perdagangan internasional, terutama yang terkait dengan narkoba, dan barang terlarang," katanya.

"Kita melakukan penelitian dan juga kita sudah banyak hasilnya mendapatkan tangkapan-tangkapan yang berasal dari barang kiriman luar negeri, narkotika di antaranya berdasarkan analisis terhadap perdagangan melalui internet tersebut," sambungnya.

Sementara dalam kasus Anji, Syarif belum bisa memastikan bagaimana cara kerjanya. Tapi ada kemungkinan jika ganja yang dipesan oleh Anji ini masuk melalui jalur udara.

"Dalam kasus musisi ini kita belum lihat, karena ini tangkapan aparat penegak hukum, mungkin hampir sama metode yang mereka lakukan. Sebab dari sisi kepolisian juga mereka mempunyai divisi siber kriminal yang melakukan kegiatan yang sama lah, melakukan melalui web crawling," tuturnya.

“E-commerce kan biasanya barangnya kecil-kecil jangka waktunya sebentar, proses pengirimannya rata-rata dari udara, karena melalui laut memerlukan waktu yang lama dan barang yang berukutan besar. Untuk barang high value ya dari udara," tukasnya.[]