Lifestyle

Anji Bakal Direhabilitasi, Apa Saja Metode Penyembuhan Narkoba?

BNN memiliki sejumlah metode untuk memastikan pengguna lepas dari jeratan narkoba


Anji Bakal Direhabilitasi, Apa Saja Metode Penyembuhan Narkoba?
Anji ketika dibawa ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Kamis (17/6) (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Beberapa waktu lalu musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji ditangkap polisi atas penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Anji ditangkap di studionya yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur.

Saat penangkapan, polisi menemukan delapan linting ganja yang disembunyikan dalam speaker. Lebih lanjut, polisi melakukan pengembangan ke daerah Bandung, Jawa Barat, dan menemukan barang bukti berupa biji ganja, batang ganja, hingga sebuah buku berjudul 'Hikayat Pohon Ganja'. Berdasar hasil tes urine, dia dinyatakan positif mengonsumsi ganja.

Kabar terbaru, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jakarta mengabulkan permohonan rehabilitasi yang diajukan oleh Anji. Artinya, Anji akan menjalani rehabilitasi narkoba dalam waktu dekat. 

Apabila diperhatikan, para pengguna narkoba memang lebih tepat untuk menjalani rehabiliatsi dibandingkan masuk ke penjara. Melansir dari situs resmi Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (Ditjenpas), memenjarakan pengguna narkoba itu tidak akan memberikan hasil yang baik untuk menekan jumlah pengguna narkoba.

Lantas apa sajakah yang dilakukan oleh Bandan Narkotika NAsional (BNN) untuk membantu para pengguna narkoba? 

Rehabilitasi narkoba adalah cara untuk memulihkan pengguna narkoba, terutama yang sudah kecanduan parah, agar terbebas dari narkoba. Proses ini tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, rehabilitasi cukup ampuh untuk membuat seseorang terbebas dari jeratan narkoba. 

Berikut AKURAT.CO uraikan tahapan rehabilitasi pengguna narkoba, dilansir dari situs resmi BNN: 

Tahap Rehabilitasi Medis (Detoksifikasi)

Pada tahap ini dokter akan memeriksa kesehatan fisik dan mental pengguna/pecandu secara keseluruhan. Dari hasil pemeriksaan, dokter pun bisa memberikan resep obat tertentu untuk mengurangi gejala sakau.

Tahap Rehabilitasi Non medis

Selama berada di tempat rehabilitasi, pengguna akan dipulihkan dan dibimbing agar terlepas dari jeratan narkoba. Dengan begitu, pengguna akan bisa menjalani kehidupannya lagi secara normal. 

Tahap Pembinaan Lanjutan

Pada tahap ini, pengguna sudah bisa kembali ke lingkungan. Namun, BNN akan tetap melakukan pengawasan hingga nantinya mantan pengguna diyakini tidak akan kembali menggunakan narkoba. 

Selain tahapan rehabilitasi tersebut, juga terdapat sejumlah cara terapi dan rehabilitasi untuk pengobatan narkoba.

Berikut ini jenis-jenis metode pengobatan untuk pengguna narkoba: 

Cold Turkey

Metode ini memang cukup ekstrem untuk dilakukan, namun cukup ampuh untuk membuat pengguna berhenti menggunakan narkoba. Ya, pada metode ini, segala akses terhadap narkoba akan langsung dihentikan. Caranya adalah dengan mengurung pengguna di sebuah ruangan tertentu.

Pengguna akan berada di ruangan tersebut hingga ketergantungan terhadap narkoba itu bisa dihilangkan. Setelah pada tahap tertentu, pengguna akan diberikan konseling agar bisa bertobat dan tidak kembali kembali ada narkoba. 

Cara Alternatif

Tak hanya menggunakan bahan kimia saja, Indonesia juga cukup terbuka untuk menerima metode alternatif untuk penyembuhan narkoba. Biasanya metode ini dilakukan oleh orang tertentu yang biasa melakukan pengobatan alternatif.

Terapi Komunitas (Therapeutic Community (TC))

Ini adalah salah satu metode  terapi agar mantan pengguna bisa kembali ke masyarakat, dan bisa menjalankan kehidupannya dengan normal lagi. 

Metode 12 Langkah

Metode pengobatan narkoba ini dikembangkan di Amerika Serikat. Ada 12 tahapan yang dilakukan sehingga nantinya pengguna itu bisa kembali sembuh.

Sekedar informasi, meski Anji menjalani rehabilitasi, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona menjelaskan, proses hukum yang menjerat Anji akan tetap berlanjut. Dalam kasus ini, Anji dijerat Pasal 127 Jo Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Anji terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun.