News

Anis Matta: Serangan Siber Mungkin Terjadi pada Pemilu 2024

Anis Matta: Serangan Siber Mungkin Terjadi pada Pemilu 2024
Ilustrasi terkena serangan siber. ( pandasecurity.com)

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta mengingatkan pemerintah terhadap adanya ancaman peretasan di dalam proteksi data siber masyarakat Indonesia.

Sebab, menurutnya, kasus peretasan data oleh hacker Bjorka memicu Indonesia menghadapi dua tantangan besar saat ini yaitu tantangan eskalasi konflik geopolitik dan konflik Pemilu 2024.

"Pemerintah harus benar-benar menjaga atau memperkuat sistem pertahanan siber kita agar kita tidak terseret dalam konflik yang tidak perlu," kata Anis dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

baca juga:

Menurut Anis, memperkuat sistem pertahanan nasional dengan menjadikan siber sebagai matra baru dalam sistem pertahanan nasional. Artinya, merupakan langkah jangka pendek yang perlu diantisipasi terkait kebocoran data.

"Cepat atau lambat, eskalasi konflik geopolitik akan menyeret Indonesia dalam pusaran besaran konflik dalam waktu dekat. Bukan hanya di Eropa, tapi kawasan Pasifik akan menjadi spot paling panas di hari-hari yang akan datang," ujar dia.

Oleh karena itu, serangan siber juga mungkin terjadi pada Pemilu 2024 mendatang, meskipun KPU telah menerapkan kombinasi penggunaan data manual dan digital dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU.

"Proses kombinasi seperti ini sangat memungkinkan terjadinya serangan siber pada Pemilu 2024. Kita bisa saja mengalami banyak kekacauan," ucap eks Presiden PKS itu. 

Selain itu, ia meminta pemerintah belajar dari kasus Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 2016 dan 2020.

Pasalnya, hasil Pilpres AS tersebut sampai sekarang tidak dipercayai, bahkan pendukung mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih terus mengangkat kecurangan Pemilu 2020 hingga kini.

"Apalagi di tengah krisis ekonomi sekarang ini, sedikit saja ada trigger dari mishandling dalam kasus data Pemilu nanti 2024, kita sangat mungkin terseret dalam kerusuhan politik," beber dia.

Sebab, suasana psikologis masyarakat di tengah krisis ekonomi secara keseluruhan menjelang Pemilu 2024 panas. Artinya, bisa meledak setiap saat.

"Secara mental dan suasana psikologis, masyarakat itu dalam kondisi siap untuk meledak. Karena itu, saya mengulangi kembali agar pemerintah memperkuat sistem pertahanan siber kita, supaya kita tidak terseret dalam konflik yang tidak perlu," pungkas dia. []