News

Anies Ungkap Pembeda Acara HUT Jakarta Tahun Ini dengan Sebelumnya

Anies mengaku ingin mengirimkan pesan bahwa Jakarta bukan hanya soal daratan.


Anies Ungkap Pembeda Acara HUT Jakarta Tahun Ini dengan Sebelumnya
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan Tebet Eco Park, Jakarta, Sabtu (23/4/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi mencanangkan Jakarta Hajatan sebagai bentuk penanda ulang tahun ke-495 tahun.

Anies mengatakan, ada pembeda antara kegiatan ulang tahun Jakarta tahun ini dengan tahun sebelumnya. Pertama; soal lokasi. Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mencanangkan kegiatan hari ulang tahun ke-495 di Pulau Bidadari, Pulau Seribu. 

"Kenapa kita pilih di Pulau Bidadari? Karena kita ingin mengirim pesan bahwa Jakarta itu terdiri dari daratan dan kepulauan. Tidak ada kota besar di dunia yang memiliki daratan dan kepulauan seperti di Jakarta. Ini satu-satunya di dunia," katanya melalui siaran langsung dari Pulau Bidadari, Selasa (24/5/2022). 

baca juga:

Dia menjelaskan bahwa Jakarta adalah kota megapolitan terbesar di sisi selatan dunia. Jakarta menjadi satu-satunya kota dengan teritorial yang mencakup wilayah daratan dan lautan. 

"Anda silakan cek, kota di seluruh dunia itu hanya daratan saja. Hanya di Jakarta yang ada kepulauan dan Jakarta adalah megapolitan terbesar di belahan Selatan dunia. Ini terbesar di dunia kita punya daratan pulau Jawa dan kita punya kepulauan yang kita sebut dengan Kepulauan Seribu. Ada 111 pulau di sini. 11 berpenghuni. 7 pulau untuk kegiatan pariwisata," ungkapnya. 

Kedua; kata Anies, ulang tahun Jakarta tahun ini bertajuk Jakarta Hajatan. Anies mengatakan istilah itu dipilih bukan tanpa alasan. Istilah hajatan itu, kata dia, sangat akrab di telinga masyarakat Betawi. Dia mengungkapkan, istilah Jakarta Hajatan bermakna perayaan, selebrasi. 

"Karena itu, mulai tahun ini kita menggunakan istilah menggantikan nama hari ulang tahun tapi menjadi Jakarta Hajatan. Dan istilah hajatan itu istilah yang sangat Betawi. Ini adalah istilah kita yang ada di masyarakat kita Betawi," katanya. 

Dia menambahkan, masyarakat Betawi susah sangat akrab dengan istilah hajatan. Hajatan, bagi masyarakat Betawi selalu dikonotasikan dengan syukuran dan doa serta perayaan. "Kalau denger hajatan orang sudah tahu Pasti ada syukurannya ada doanya ada perayaannya Jadi ini sebuah kata yang orang semua tahu maknanya," ungkapnya.[]