News

Anies: Tino dan Hari Tidak Bisa Isolasi di Wisma Atlet..

Alhamdulillah kondisi keduanya kini sudah berangsur pulih


Anies: Tino dan Hari Tidak Bisa Isolasi di Wisma Atlet..
Gubernur Anies Baswedan saat melihat kondisi harimau Sumatera koleksi Taman Margasawa Ragunan yang terpapar Covid-19. (Dokumen Distamhut DKI)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan dua harimau Sumatera koleksi Taman Margastawa Ragunan (TMR) menjalani isolasi mandiri setelah keduanya dinyatakan terpapar Covid-19. Kesehatan Hari dan Tino, nama kedua harimau, dipantau secara berkala oleh tim medis dan pengelola Ragunan.

"Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isoman dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan," kata Anies seperti dikutip redaksi di akun Facebooknya, Minggu (1/8/2021).

Tino (9 tahun) dan Hari (12 tahun) terpapar Covid-19 berdasarkan hasil swab test Pusat Studi Satwa Primata IPB. Setelah menjalani serangkaian perawatan, kata Anies, kondisi keduanya berangsur pulih.

"Alhamdulillah, Hari dan Tino kini berangsur pulih dan sudah tampak aktif. Walaupun demikian, karena Jakarta masih berada dalam situasi PPKM Level 4 maka TMR belum bisa dibuka untuk publik. Jadi Hari dan Tino tidak harus buru-buru kembali WFO dan punya waktu untuk menyehatkan diri sepenuhnya,"  tutur Anies.

Meski demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengajak warga Jakarta untuk memanjatkan doa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Dengan begitu kita semua termasuk Tino dan Hari, bisa beraktivitas secara normal.

"Kita berdoa semoga Allah SWT segera mengangkat cobaan pandemi ini agar kita semua, termasuk Hari dan Tino, bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala, dan mereka kembali bisa menyapa para pengunjung Taman Margasatwa Ragunan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta Suzi Marsitawati membenarkan dua harimau Sumatera koleksi Taman Margasatwa Ragunan terpapar Covid-19. Kedua harimau diketahui terpapar Covid berdasarkan hasil tes swab dari laboratorium Pusat Studi Satwa Primata IPB Bogor. 

"Pada tanggal 14 Juli kami lakukan pengambilan sampel dengan di-swab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa terpapar Covid-19," kata  Suzi kepada AKURAT.CO.

Suzi menerangkan dua harimau Sumatera koleksi Ragunan yang dinyatakan terpapar Covid adalah Tino dan Hari. Tes swab dilakukan karena keduanya menunjukan gejala sakit yang sama.